Perlahan namun pasti, Kampung Biau Seha 8 tahun benahi infrastruktur

0
124
Kantor Kampung Biau Seha Kecamatan Siau Timur Selatan Sitaro

BIAU SEHA – SITIMSEL || Tim Desa Kompak Sitaro kembali menjelajahi pelosok Siau Timur Selatan. Kampung yang disambangi ialah Desa Biau Seha. Kali ini yang menjadi narasumber adalah Kepala Seksi Pemerintahan, Jab Sasela.

Dulunya desa Biau Seha satu dengan Desa Induk Biau. Namun setelah adanya pemekaran desa, maka Biau Seha mantap memisahkan diri dari Desa Induk Biau. Atas kemauan memisahkan diri dari Biau Induk maka Desa Biau Seha dijadikan desa persiapan untuk menjadi satu desa yang berdiri sendiri, yang pelaksanaannya dimulai dari tanggal 18 Mei 2010 dengan jangka waktu satu (1) tahun.

Pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 Biau Seha menjadi desa uji coba. Yang menjadi kepala desa pertama ialah Moses Lahode di tahun 2011 sampai dengan 2012 yakni pada masa uji coba desa, dan setelah tahun 2012 setelah Desa Biau Seha resmi menjadi sebuah desa yang berdiri sendiri maka Moses Lahode dilantik menjadi Kapitalau definitif dengan periode jabatan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2018. Setelah masa tugas Moses Lahode berakhir, ia digantikan oleh Fidel C. J. Bukide, SH, M.Si. Fidel Bukide dipercayakan untuk memimpin desa yang baru beranjak remaja ini dan masa kepemimpinannya dimulai dari tahun 2018 sampai dengan sekarang.

Desa Biau Seha dihuni oleh penduduk sebanyak 518 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 249 jiwa, dan penduduk perempuan sebanyak 259 jiwa. Masyarakat Desa Biau Seha hidup sehari-hari dengan bergantung dari penghasilan di bidang pertanian dan sebagian lainnya menggantungkan hidup mereka dengan berprofesi sebagai nelayan. Mata pencaharian tersebut didukung oleh wilayah desa Biau Seha yan terdiri dari pesisir pantai dan wilayah perkebunan.

Desa ini mempunyai batas-batas wilayah yaitu disebelah utara berbatasan dengan Desa Sawang Bandil, disebelah timur berbatasan langsung dengan laut, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Biau Induk, dan disebelah barat berbatasan dengan perkebunan warga.

Pada masa pemerintahan dari kapitalau pertama, Moses Lahode ada beberapa infrastruktur yang dibangun di antaranya: jalan setapak, talud penahan tanah. Kini sedang diupayakan bantuan perahu katinting dan program-program pemberdayaan lainnya”, tutup Bukide.

Penulis: Cendry Horonis
Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here