Beginilah latar sejarah Kampung Buise

0
174

BUISE – SIAU TIMUR || Pada Tahun 1998 beredar undangan dari Camat Siau Timur untuk mempertemukan Lembaga Masyarakat Desa (LMD), Kapitalau Kampung Karalung dan LMD bersama Kapitalau Kampung Kanang. Undangan itu bertujuan untuk melakukan musyawarah bersama guna membahas masalah pemekaran kampung. Sebagian wilayah yaitu Lindongan 1 Kampung Karalung yang disebut Lanage dan sebagian wilayah Kampung Kanang yaitu Lindongan 1 yang disebut Manangihe rencananya hendak disatukan menjadi satu kampung otonom.

Atas dasar mufakat bersama, terbentuklah Kampung Persiapan Buise dan yang diberi kepercayaan untuk menjabat Kapitalau pertama ialah bapak Lotje Sengkey. Beliau menjabat selama 1 tahun lebih. Pada tahun 2000 Kampung Buise melaksanakan pemilihan kapitalau dan yang terpilih seorang srikandi asli daerah Siau yakni Rut Mayanti Bawotong. Ia menjadi pejabat definitif Kapitalau sekaligus menajdi kapitalau wanita pertama di Kampung Buise, namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, pada tanggal 13 Januari 2002, Rut Mayanti Bawotong meninggal dunia karena sakit sehingga pada tanggal 18 April 2002 Bupati menunjuk J. P. Londo untuk menjadi pejabat sementara, untuk mengisi kekosongan jabatan kapitalau, hingga pada waktu dilakukan pemilihan Kapitalau Kampung Buise di bulan Juli tahun 2003.

P. H. Kabuhung terpilih sebagai Kapitalau definitif yang dilantik oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro dan memimpin selama dua periode yakni pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2014. Setelah kurang lebih sebelas (11) tahun menjabat Kabuhung digantikan oleh Bedt W.Tinahu yang menjabat dari tahun 2015 sampai sekarang.

Kampung Buise berjarak kira-kira 9 kilometer dari pusat kota Ulu, dimana sebelah utara berbatasan dengan Kampung Kanang, sebelah timur berbatasan dengan Laut Maluku, sebelah selatan berbatasan dengan Kampung Karalung Induk, dan sebelah barat berbatasan dengan Hutan lindung.

Luas wilayah secara administratif tercatat seluas 113,5 ha yang terbagi atas tanah pemukiman yang terletak diketinggian 30 meter di atas permukaan laut. Kampung Buise bertopografi landai dan berbukit dimana sebagian wilayah pemukiman penduduk berada di wilayah perbukitan dan sebagian juga tinggal di wilayah pesisir pantai sedangkan untuk mata pencaharian masyarakat Kampung Buise didominasi oleh petani dan ada juga yang menjadi nelayan dan berternak. Untuk masyarakat yang berternak, kebanyakan ternak yang dipelihara adalah ayam dan babi.

Penulis: Demsi Laluas
Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here