3% warga Batusenggo sering keluar kampung dalam 5 tahun terakhir

0
162
Kampung Batusenggo, Fotografer: Stiff Lahengking

BATUSENGGO – SIBARSEL || Ekspedisi Desa Kompak di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tahun 2019 sudah berjalan hampir 2 bulan, hal tersebut dilakukan demi transparansi dan publikasi mengenai ruang lingkup pemerintahan desa kepada masyarakat luas.

Berbicara tentang populasi dan mobilisasi penduduk Desa, Batusenggo merupakan salah satu kampung yang konsisten dalam penerbitan populasi dan mobilisasi angka penduduk tiap tahun. Hal tersebut terbukti dengan keterangan yang disodorkan oleh Sekretaris Kampung Batusenggo, Ruth Tahulending.

Sesuai data yang diterima oleh awak media Kompaq.ID pada 09/07/2019 Selasa kemarin, tercatat jumlah populasi dan mobilisasi penduduk sejak tahun 2015 sampai tahun 2019 angkanya bervariasi.

Mobilitas vertikal dapat dilihat dari perbandingan angka kelahiran dan angka kematian penduduk. angka kelahiran (natalitas) di kampung Batusenggo dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan dari 9 jiwa tahun 2015 menjadi 6 jiwa tahun 2016, kemudian menurun 3 jiwa pada tahun 2017, naik 6 jiwa pada tahun 2018 dan saat ini 1 jiwa. Sedangkan angka kematian (mortalitas) pada tahun 2015 sebanyak 12 jiwa turun menjadi 7 jiwa. Pada tahun 2017 angka kelahiran menurun lagi 6 jiwa dan terus menurun 4 jiwa pada tahun 2018, dan sedikit naik pada tahun 2019 menjadi 5 jiwa.

Mobilitas horisontal dapat dicermati dari perpindahan (mutasi) penduduk dari tahun ke tahun. Angka mobilisasi penduduk yang keluar dari kampung Batusenggo dalam dua tahun terakhir tercatat pada tahun 2018 sebanyak 7 jiwa dan tahun 2019 sebanyak 1 jiwa. Sedangkan mutasi penduduk dari kampung Batusenggo keluar Pulau Siau, dalam lima tahun terakhir tercatat pada tahun 2015 sebanyak 11 jiwa naik menjadi 14 jiwa pada tahun 2016, kemudian turun 2 jiwa pada tahun 2017, naik lagi secara signifikan pada tahun 2018 menjadi 11 jiwa dan pada tahun 2019 menjadi 7 jiwa.

Jelaslah data di atas menggambarkan tingkat mobilitas horisontal lebih tinggi daripada mobilitas vertikal, disebabkan oleh banyaknya warga Kampung Batusenggo meninggalkan kampung halamannya untuk keperluan bekerja dan mengunjungi keluarga. Sedikitnya 1% sampai 3% warga meninggalkan kampung halaman untuk tujuan tersebut. Hingga kini jumlah penduduk kampung Batusenggo di tahun 2019, sebanyak 521 jiwa yang tersebar di 3 (tiga) Lindongan.

Penulis: Igel Gahagho

Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here