65% Teritorial Politik Sulut Dikuasai PDI Perjuangan, Begini Analisisnya

Dengan menggunakan indeks = 1, pada variabel Dukungan Kepala Daerah, untuk indikator Bupati dan Wakil Bupati masing-masing 0,2; kemudian pada variabel Dukungan Pemilih pada indikator pemilih kategori DPR-RI 0,1; DPR-D Provinsi 0,2; dan DPR-D Kabupaten Kota 0,3; maka diperoleh akumulasi indeks setiap Parpol Pemenang Pemilu 2019 sebagaimana berikut ini:

0
278
Infografis Kompaq.id

KOMPAQ.ID//MANADO/ Pasca Pemilu 2019 landscape perpolitikan di Provinsi Sulawesi Utara mengalami perubahan sangat mencolok. Hasil Pleno KPUD Provinsi Sulawesi Utara dan Hasil Pleno KPUD 15 Kabupaten/Kota se Sulut, memposisikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pemenang pada tingkatan Pileg Kabupaten/Kota, pileg Provinsi dan Pileg Pusat. Secara akumulasi perolehan suara maupun perolehan kursi digondol oleh partai besutan Megawati itu.

Sementara Partai Nasional Demokrat (NasDem) keok dihajar banteng pada setiap Kabupaten/Kota yang bupati dan walikotanya adalah para pentolan partai yang dipimpin Surya Paloh ini. Meski demikian, dalam soal perolehan kursi Nasdem menjadi partai perebut kursi paling signifikan dibanding Golkar dan partai lainnya.

Perolehan kursi signifikan Nasdem tentu akan sangat berdampak pada pengusungan pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur periode mendatang. Perolehan 9 kursi Nasdem di DPRD Provinsi Sulut mencapai batas 20% untuk layak mengusung Balongub. Sedangkan Golkar dengan 7 kursi masih membutuhkan koalisi 4% dengan Parpol lain. Soal pengusungan, Golkar dapat menggandeng Demokrat atau Gerindra dan atau 3 parpol lain (PKB, PKS, PSI) dengan perolehan masing-masing 1 kursi.

Dari sisi perolehan kursi, maka Pilgub mendatang sangat mungkin dapat menghasilkan 3 Format Pasangan Calon (Paslon), sebagai berikut:

  1. PDI Perjuangan Vs Nasdem Vs Koalisi Golkar/Demokrat
  2. PDI Perjuangan Vs Nasdem Vs Koalisi Golkar/Gerindra
  3. PDI Perjuangan Vs Nasdem Vs Koalisi Golkar/PKS/PKB/PSI

Tetapi ruang ini dapat pula dipersempit cukup 2 paket (head to head), yaitu: PDI Perjuangan Vs Nasdem. Pertarungan semacam ini sangat mudah dipatahkan oleh PDIP.

Dengan menggunakan Format 3 Paslon, maka yang perlu dikaji secara cermat adalah aspek penguasaan teritorial. Dengan menggunakan indeks = 1; pada variabel Dukungan Kepala Daerah, untuk indikator Bupati dan Wakil Bupati penguasa Kabupaten/Kota, masing-masing = 0,2; kemudian pada variabel Dukungan Pemilih pada indikator pemilih dengan kategori DPR-RI = 0,1; DPR-D Provinsi 0,2; dan DPR-D Kabupaten Kota 0,3; maka diperoleh Akumulasi Indeks setiap Parpol Pemenang Pemilu 2019, sebagai berikut: PDI Perjuangan mendapatkan total 9,8 point atau 65% teritorial dikuasainya, Golkar mendapatkan 2,3 point atau 15% teritorial dikuasainya, Nasdem mendapatkan point 1,3 atau 9% penguasaan teritorialnya, PAN mendapatkan indeks 1 atau 7% penguasaan teritorialnya, sedangkan Demokrat, PPP dan Hanura masing-masing mendapatkan 0,2 point atau 1% penguasaan teritorialnya.

Tabulasi Indeks Penguasaan Teritorial Partai Politik Pemenang Pemilu Di Sulut. Sumber: Redaksi Kompaq.id, 2019

Dari data ini tergambar bahwa mustahil koalisi Nasdem dan Golkar sekalipun dapat mengalahkan usungan PDI Perjuangan. Golkar mampu bertahan hanya karena memiliki jaringan yang relatif kuat hingga ke tingkat kecamatan untuk menggerakkan mesin partai. Sementara Nasdem meski beberapa pentolan berkuasa di Kabupaten/Kota tetapi belum bekerja secara terstruktur dan teritorial.

Sebaliknya PDI Perjuangan dari hasil Pemilu 2019 membuktikan kemampuan menggerakkan mesin partai sampai ke jenjang anak ranting dan mampu merekrut tokoh-tokoh yang layak dijual dalam perhelatan Pemilu. Dalam selisih waktu jelang Pilgub, Nasdem Sulut mutlak perlu melakukan penguatan kelembagaannya di Manado, Minut, Bitung, Kotamobagu dan Bolmong, sedangkan Golkar harus mengevaluasi kekuatan jaringannya di Minsel, Tomohon dan Sangihe.

Dengan kekuatan mesin partai yang mumpuni di Manado, Minut, Bitung, Kotamobagu, Bolmong, Minsel, Tomohon dan Sangihe, maka Koalisi Nadem dan Golkar diyakini mampu menjadi kompetitor yang sepadan dengan PDI Perjuangan dengan kawasan andalannya: Minahasa, Mitra, Bolsel, Bolmut, Sitaro dan sebagian Talaud.

Penulis: Dirno Kaghoo