Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Gelar Perencanaan Strategis Di Lenganeng Sangihe

0
193

KOMPAQ.ID||SANGIHE| Kampung Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara menjadi kampung pilihan penggelaran Perencanaan Strategi Aliansi Masyrakat Adat Nusantara (AMAN), Senin 13 Mei 2019 lalu. Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Daerah AMAN Sangihe, Albert Zond Manumpil membeberkan alasan mengapa kegiatan ini diselenggarakan di BUMDes “ALDUS Lenganeng.

Menurut Manumpil yang didampingi BPH PW AMAN, Jeri Makausi, terpilihnya Kampung Lenganeng menjadi lokasi Renstra AMAN karena kampung ini terkenal dengan tanah yang subur serta terjaganya kearifan lokal, katanya.

Manumpil menjelaskan, Lenganeng juga merupakan salah satu kampung yang memiliki kekayaan budaya yang sampai saat ini masih dapat dilestarikan.

“Di Lenganeng masih terpelihara dengan baik keberadaan Apapuhang (Lokasi mitos keberadaan manusia kerdil), adanya subkomunitas Kipung (pandai besi), dan kaum Masade (komunitas penghayat) atau yang di kenal sebagai Kaum Tua serta tenun kain Kofo, imbuhnya.

Sementara Makausi mengatakan, Lenganeng adalah kampung yang menyediakan fasilitas guna kelancaran kegiatan, di sini kita bisa melihat langsung seperti apa kebudayaan yang masih terpelihara itu, katanya.

Kapitalaung Kampung Lenganeng Heski Sasundu ketika di temui wartawan kompaq mengatakan; “kami memberi apresiasi tinggi bagi AMAN Sangihe karena telah memilh kampung kami sebagai wadah kegiatan dari 5 komunitas adat Sangihe, tuturnya.

Forum ini dihadiri oleh Pemkab Sangihe, Pemerintah Kecamatan yang diwakili oleh Hasim Samalam, S.Sos, BPH PW AMAN Manado 8 orang dan BPH PB AMAN Jakarta sebanyak 2 orang serta 20 orang tokoh budaya dari penjuru Sangihe.

RENSTRA ini dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Sangihe yang diwakili oleh Iglis Sombounaung. Dalam sambutannya Pemkab Sangihe memberikan apresiasi terhadap kehadiran AMAN di Sangihe yang bertujuan mengevaluasi Progres Lembaga Adat yang akan menghasilkan program kerja selama 1 sampai 3 tahun ke depan.

Forum ini diselenggarakan hingga Selasa 14 Mei 2019 kemarin dan diakhiri dengan Musyawarah Daerah (MUSDA). Pada akhir sesi hari pertama melahirkan 5 komunitas adat Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penulis: Topsianus Lumente

Editor: Nia Biringangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here