Asal Usul Nama Kampung Kaluwatu

0
130

Kaluwatu merupakan salah satu kampung bersejarah. Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda pernah menjadi lokasi Kweekschool (sekolah guru) yang dipimpin oleh H.J. Nauta. Semula lokasinya di Ulu-Siau, yang didirikan tahun 1891, lalu dipindahkan tahun 1907 ke Kaluwatu dan ditutup pada tahun 1933.

Di Kaluwatu juga terdapat Gereja tua yang memiliki nilai historis. Loncengnya terbuat dari meriam peninggalan Belanda. Lengkingan bunyinya pada hari Minggu terdengar hampir di seluruh wilayah kampung Kaluwatu.

Dikisahkan bahwa di kampung Kaluwatu terdapat batu mawira (batu putih) besar. Di atasnya tumbuh pohon kayu besar, yang mirip Kathedral megah. Pada jaman dulu merupakan tempat yang angker, karena di sekitarnya terdapat tengkorak manusia dan tulang-belulang yang tersusun rapih.

Batu putih bertuah tersebut sudah ada sejak jaman raja-raja di kabupaten kepulauan Sangihe. Pohon kayu yang tumbuh di atasnya memiliki pertumbuhan relatif lamban dibanding pohon lain disekitarnya. Pertumbuhannya sepintas terlihat seperti tak pernah bertambah.

Masyarakat setempat menganggap pohon yang tumbuh di atas batu putih tersebut bertuah, dan mengilhami tua-tua adat mengabadikannya sebagai nama pemukiman, yang kini populer dengan sebutan kampung Kaluwatu.

Secara etimologi, Kaluwatu berasal dari kata kalu dan watu (bahasa Sangihe). Kalu artinya kayu. Batu artinya batu. Kaluwatu artinya kayu batu (kayu keras) yang tumbuh di atas batu.***

Ket. Dihimpun dan dirangkum dari berbagai sumber. Bila ada versi lain silakan posting.

Advertisement