Bode Grey Talumewo: Minahasa Itu Bukan Suku

0
381

Ada orang di media sosial belakangan ini dengan kalimat melecehkan, mengatakan bahwa orang Minahasa tidak masuk dalam daftar suku-suku di Indonesia. Jawaban saya: Jelas! Tentu! Karena: Suku yang diakui di Indonesia adalah suku Tonsea, Tombulu, Toulour, Tontemboan, Tonsawang, Ratahan, Ponosakan, Bantik. Karena Minahasa itu bukan suku atau suku bangsa, tetapi bangsa. Bangsa Minahasa.

Suku Malesung (nama kuno utk Minahasa) dulu membentuk 4 rumpun pasca pembagian di Watu Peposanan Wangko/Watu Pinawetengan in Nuwu, yaitu: Tou-Mayesu (jadi suku Tombulu), Tou-Niaranan (jadi suku Tountewoh/Tonsea), Tou-Kinembut (jadi Tontemboan) dan Tou-Rikeran/Tou-Sendangan (jadi Toulour). Banyak yang mempertentangkan bahwa Toulour/Tondano pecahan dari Tountewoh (nama kaum Tonsea tua) atau pecahan dari Tou Sendangan (daerah Kakas sekarang). Kemudian muncul suku Tonsawang, sebagai percampuran atas orang Tousini/Tousingin dengan Tondano (yang menjadi Tombatu) serta percampuran dgn Tontemboan (Tombatu + Tontemboan Pontak/Tombasian, menjadi Touluaan). Berikutnya, pasca Perang Pinaesaan/Minahasa versus Bolaang-Mongondow abad ke-17, masuk sebagai bagian dari Minahasa seperti suku-suku Ratahan-Pasan (dua suku sekerabat, turunan orang Pontak, Tomini, Bolaang, Tombulu, dll), Ponosakan (suku muslim), dan terakhir Bantik. Bantik berasal dari dua tempat: leluhur yg berasal dari pulau di Nanusa Talaud (Panimbulrang) dan dari suku Tomini.

Dengan demikian orang Minahasa pada waktu itu terdiri dari suku (sesuai urutan): Tonsea, Tombulu, Toulour, Tontemboan, Tonsawang, Ratahan, Pasan, Ponosakan, dan Bantik. Berikutnya mengenal tujuh kelompok kesukuan: Tonsea, Tombulu, Toulour, Tontemboan, Tonsawang, Ratahan-Pasan-Ponosakan, dan Bantik. Antara tahun 1679-2000, orang Bawontehu/Babontehu tidak dimasukkan sebagai suku bagian Minahasa karena ex Kedatuan Bawontehu ialah orang pendiri Kerajaan Manado (didirikan oleh Mokolodulut & anak-anaknya antara lain Lokombanua 1). Orang Borgo merupakan serdadu sipil masa kompeni VOC Belanda yang berlanjut hingga masa kolonial Belanda di Hindia Belanda (Indonesia), keturunan serdadu Burger( sipil) yang dibentuk di seluruh kawasan jajahan Hindia Belanda. Khusus di Manado, serdadu Burger/Borgo dibentuk tahun 1758 sebagai serdadu sipil bersenjata untuk mengamankan kota-kota pelabuhan dari bajak laut. Mereka disamakan kedudukan/derajatnya dengan pribumi Minahasa tahun 1929. Marga-marga mereka unik, terutama memiliki dan sesuai nama-nama Alkitab, disusul marga/dam Ambon dan campurannya (misalnya van Bone, Johasan [dari Johanes Hassan di Tanawangko], dll). 

Pada bulan Agustus 2000 saat berlangsungnya Kongres Minahasa Raya I, mereka (komunitas Bawontehu dan komunitas Borgo) dimasukkan sebagai satu perwakilan komunitas dengan nama komunitas Borgo-Bawontehu. Tahun 2003 Majelis Adat Minahasa (MAM) pimpinan Presiden/Ketua Presidium dokter Bert A. Supit, mengakui mereka sebagai bagian dari suku ke-9 dari bangsa Minahasa. Kini, Bangsa Minahasa mengenal sembilan suku, yaitu: 1) Tonsea (Tounsea), 2. Tombulu (Toumbulu), 3) Toulour (Tondano), 4) Tontemboan (Tountemboan), 5) Tonsawang (Toundanow), 6) Ratahan-Pasan, 7) Ponosakan, 8) Bantik dan 9) Babontehu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here