Catut Nama Kapolres, 2 Pria Tomohon Pemeras ASN Diciduk Tim Totosik

0
228

Tomohon || KOMPAQ.ID – Kepolisian Resort Kota Tomohon menciduk dua pria Fredy (58) dan Romario (26) yang memeras ASN sebuah puskesmas di Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut). Tidak tanggung-tanggung uang sebesar 15 juta rupiah diminta dengan mencatut nama Kapolres Tomohon.

Kepada media ini, Junia (51) sebagai korban mengatakan pelaku Freddy menghubunginya pada Rabu (3/3) dengan mencatut nama Kapolres Tomohon. Pelaku Freddy bersama Romario lalu mendatangi korban di rumah dinasnya di Taratara, Tomohon, Sulut.

Freddy menuturkan kepada korban bahwa mereka sebagai Tim Investigasi penanganan kasus yang berkantor di Jakarta, serta Romario adalah wakilnya. Mereka mengaku diperintahkan Kapolres Tomohon untuk menginvestigasi puskesmas tempat korban bekerja.

Kedua pelaku meminta uang sebesar Rp 15 juta kepada korban agar permasalahan yang ada di puskesmas Taratara, dimana korban bekerja tidak diproses hukum. Kedua pelaku lalu meninggalkan korban.

Kemudian Junita langsung melapor ke Tim URC Totosik Polres Tomohon atas kejadian yang dia alami. Tindakan cepat langsung di lakukan oleh Tim URC Totosik yang dipimpin Bripka Yanny Watung lalu membuat strategi menangkap kedua pelaku.

“Kami sampaikan kepada korban, untuk menghubungi kedua pelaku, dan mengatakan akan memberikan uang, sesuai permintaan mereka, dan akan bertemu di lokasi yang disampaikan oleh korban,” Jelas Bripka Yanny Watung, Sabtu (6/3/2021).

Setelah menyusun rencana penangkapan, akhirnya disepakati antara korban dan kedua pelaku, akan bertemu di kompleks patung Opo Tololiu kelurahan Matani 3 Kecamatan Tomohon Tengah. Dengan tidak menimbulkan kecuriaan, pelaku Romario pun mendatangi lokasi tersebut.

“Korban mengenali Romario salah satu pelaku, yang datang ke rumah dinas korban, dan saat itu juga memberi isyarat kepada Tim URC Totosik, dan dengan kesigapan yang ada, Mario berhasil diamankan,” ujar Bripka Yanny.

Setelah meringkus Romario, tidak membutuhkan waktu lama, tim langsung menangkap Freddy yang sedang berada di rumah pacarnya di kelurahan Matani 1. Kedua pelaku lalu dibawa ke Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot setelah dikonfirmasi beliau membenarkan penangkapan yang dilakukan Tim URC.

“Kedua pelaku sudah mengakui, kalau apa yang mereka lakukan yang dengan sengaja menggunakan nama Kapolres Tomohon, dengan maksud untuk menakuti korban yang menjadi incaran mereka,” jelas Kapolres AKBP Bambang Ashari Gatot.

Dari kejadian yang dialami Junita, Kapolres mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada pihak yang mencatut namanya untuk meminta uang.

“Saya tegaskan bahwa, personel yang ada di jajaran Polres Tomohon, tidak ada yang akan saya percayakan, atau perintahkan untuk meminta sesuatu kepada masyarakat, dengan jaminan akan mengamankan perkara yang sedang ditangani oleh Polres Tomohon,” tegas AKBP Bambang.

Advertisement