Cerita Rakyat berdirinya Desa Minaesa

0
123

MINAESA – WORI || Ada sebuah kisah yang diyakini sebagai asal muasal nenek moyang masyarakat Minaesa. Kisah ini diceritakan oleh sekretaris desa Minaesa, Mus Paputungan saat ditemui oleh awak media Kompaq.id di kantor desa Minaesa.

Konon di zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri yang sakti. Laki-laki bernama Bajo dan perempuan bernama Tawaang ini adalah warga yang bermigrasi dari suku Bugis melalui pinggiran pantai untuk mencari tempat yang nyaman dan baik untuk mendukung mata pencaharian mereka sebagai nelayan/pelaut.

Dengan bermodalkan perahu sampan dan alat seadanya sepasang suami istri ini menelusuri pinggiran pantai dari tempat mereka tinggal di Bugis. Setelah perjalanan panjang mereka tiba di suatu tempat yang nyaman dan strategis dan sumber daya lautnya yang melimpah, lalu mereka pun singgah dan mendirikan rumah kecil (sabuah) untuk mereka diami. Dengan bergulirnya waktu sekitar tahun 1810 sepasang suami istri ini pun mulai membangun kehidupannya di tempat itu.

Tiba-tiba datanglah kelompok pemberontak atau bajak laut yang berasal dari Maluku untuk mendiami tempat itu. Merasa kehidupannya terancam, sepasang suami istri yang terkenal sangat sakti melakukan perlawanan kepada pemberontak itu dan akhirnya pertempuran itu dimenangkan oleh Bajo dan Tawaang. Kehidupan sebagai komunitas warga yang hidup diatas perahu dari peninggalan nenek moyang suku Bajo ini pun di lakoni oleh pasangan suami istri ini yang sehari-hari mata pencahariannya di laut.

Berawal dari kisah pasangan suami istri ini maka tempat ini mulai berkembang menjadi sebuah pemukiman. Karena populasi manusia sudah bertambah, maka tempat itu di beri nama Talawang Bajo (disesuaikan dengan logat bahasa). Nama ini diambil dari nama Tawaang Bajo yang artinya “tidak bisa di kalahkan”.

Seiring dengan bertambahnya populasi mayarakat yang menempatinya akhirnya tempat ini menjadi sebuah dusun bagian dari pemerintahan Desa Kima Bajo. Pada tahun 1989 status dusun ini diubah menjadi desa persiapan dengan dipimpin oleh pelaksana hukum tua Adjra Latepa. Pada tahun 1990 melalui SK Bupati KDH Tingkat II Minahasa desa ini menjadi desa definitif.

Setelah menyandang status desa definitif kehidupan masyarakat yang terkenal dengan kehidupan lautnya itu berkembang dengan pesat. Melihat fenomena warga yang sering kali beradu cekcok dengan warga desa sekitar karena kesalahpahaman dalam mempertahankan prinsip serta untuk menghindari image buruk yang menempel pada nama desa Talawaan Bajo maka diubahlah namanya menjadi desa Minaesa. Kini nama Minaesa memberi sesuatu kesejukan bagi warga masyarakat disini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here