Ciutan Facebook Chandra Boham Tidak Benar

0
834

SANGIHE|| Akun Facebook Chandra Boham menulis status pada sabtu, 9 Juli yang berisi adanya rekomendasi yang diterbitkan oleh Pemkab Sangihe pada tanggal 16 September 2019. Dalam status tersebut, Chandra mengatakan dirinya menolak keras isi rekomendasi dimaksud. Karena disebutkan rekomendasi itu menjadi landasan hukum bagi pihak pemerintah untuk menerbitkan ijin operasi bagi perusahaan tambang TMS.

Spontan status tersebut mendapat reaksi dari berbagai pegiat medsos. Dari argumentasinya, Chandra yang sejauh ini dikenal sebagai pekerja LSM, tampak sangat percaya diri dan yakin kalau dirinya memiliki dokumen rekomendasi itu.

Apa yang dipersoalkan Chandra, kemudian ditelusuri media ini kepada Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Gaghana dan Kadis LIngkungan Hidup Kepulauan Sangihe, senin 12 Juli.

Gaghana mengatakan dirinya tidak pernah menerbitkan rekomendasi seperti yang dituding Chandra.

“Sikap pemerintah daerah jelas. Pertama, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku soal perijinan operasi tambang bukan sebagai wewenang pemerintah daerah. Kedua, semua produk peraturan di daerah berlandaskan pada peraturan yang lebih tinggi, bukan sebaliknya seperti yang dikemukakan Chandra Boham. Dan ketiga, Pemkab sudah membuat kajian dan sikap yang bijaksana dan tidak bertentangan dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat”, urai bupati yang kerap disebut JEG.

“Saya tidak pernah membuat rekomendasi seperti yang dituding oleh orang-orang semacam Chandra dan beberapa lainnya yang tidak pernah bahagia melihat Sangihe aman”, tambah Jabes.

Kadis Lingkungan Hidup, Ronald Isak saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya mengatakan, dirinya tidak pernah tahu kalau ada Surat Rekomendasi bernomor seperti yang disampaikan Chandra Boham.

“Pernyataan Chandra Boham itu akan dikaji oleh Pemkab Sangihe. Kami akan mempelajarinya. Apabila materinya tidak benar, selanjutnya kami serahkan kepada Bagian Hukum untuk menindaklanjutinya, kata Isak.

Advertisement