Dana Desa Kampung Tanaki Diduga diselewengkan Oknum Kapitalau dan Ketua MTK

0
303

TANAKI-SIAU BARAT SELATAN|| Besaran Alokasi Dana Desa dan Dana Desa yang digelontorkan oleh pemerintah sejak 2015 hingga 2018 memang sangat besar dan menggiurkan para Kepala Desa. Bagi Kepala Desa yang imannya lemah, ia dapat mengubah berkat menjadi kutukan. Itulah yang diduga terjadi di Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan. Oknum Kepala Desa (FP) dan Ketua MTK (AP) dilaporkan oleh masyarakat kepada Tim Ekspedisi Desa Kompak. Laporan itu dibuat tertulis oleh pelapor yang kami sebut dia dengan inisal P.

Dalam laporan masyarakat itu, Oknum Kepala Desa Tanaki disebut melakukan dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Desa.

Adapun kronologinya sebagai berikut: Pada APBDes tahun 2017 terdapat pos pembelian mesin fotocopy dengan harga sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) sebesar Rp 62.000.000. Ternyata setelah dicek di toko harga sebenarnya adalah Rp 24.000.000, dan itu sudah termasuk pajak. Kemudian ada juga pos pembelian kursi plastik untuk BUMDes tahun 2017 sebanyak 200 buah yang dibelanjakan hanya 120 buah kursi plastik dan 80 buah dipertanyakan.

Pada APBDes 2018 ada pos pembelian mesin katinting sebanyak 33 unit. Dengan harga per unit sebesar Rp.4,500.000. Ternyata setelah di cek harga per unit hanya Rp.3.250.000. Ihwal pembelanjaan mesin katinting ini tidak pernah dibahas dalam Musrembang. Hanya keputusan sepihak dari oknum Kepala Desa. Saat Musrembang justru membahas pembuatan jalan setapak di Lindongan III.

Penulis: Dirno Kaghoo

Sumber data: Laporan masyarakat yang dikumpulkan oleh Tim Investigasi Desa Kompak Di Sitaro.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here