Dari Hukum Mayor Sampai Kapitalaung, Sejarah Kampung Naha Koleksi 13 Pemimpin

0
238
Kantor Desa Naha Kecamatan Tabukan Utara

NAHA-TABUKAN UTARA|| Satu lagi Kapitalaung Perempuan teridentifikasi di Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dra Siti Lestari Makatindu saat ditemui di kantor kampung pada kamis, 20 Juni 2019 pukul 12.15 wita memberi kesempatan bagi Kompaq melakukan peliputan desa mereka.

Naha memiliki luas wilayah yang cukup besar, sehingga mengharuskan diadakannya pemekaran. Dengan berlakunya undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, maka memberikan kewenangan kepada daerah untuk memekarkan desa. Sehingga pada tahun 2008 dimekarkanlah Desa Naha menjadi 2 Desa yakni Desa Naha dan Naha 1.

“Menurut sejarahnya, Desa Naha sudah ada sejak lama karena acuannya dapat dilihat dari salah satu buku terbitan tahun 1939, yang berjudul “Kitab Pemberitaan Tahoenan tentang keadaan Djemaat di Kepoelauan Sangihe dan Taloda”. Jadi Desa Naha ini sudah ada sejak tahun 1939 bahkan dibawahnya” tutur sang Srikandi Naha itu.

“Asal nama Naha ini ialah nama sebuah pohon Naha atau Linggua dalam tuturan Manado. Pohon Naha itu bertumbuh menjadi sangat besar di wilayah Sahabe, nama Desa Naha sebelumnya”, imbunya.

Siti Lestari Makatindu Kades Naha

Sejak masa Sahabe hingga berubah menjadi Naha, inilah sejarah mencatat pergantian pemerintahan desa terhitung sejak tahun 1920 – sekarang. Ini runutannya:
1. Mayor Hukum: Bondes Tatuil (1920-1932)
2. Mayor Hukum Niklas Bagarai (1932-1940)
3. Mayor Hukum S. Mendome (1940-1946)
4. Mayor Hukum C.H.D Kakombah (1946-1958)
5. Pjbt Sementara Arahim Paparang (1958-1960)
6. Bilal Makatindu (1960-1971)
7. Pjs Frans Janis (1971-1973)
8. Thomas Rumopa (1973-1991)
9. Arifin Marapil (1991-2004)
10. Rustam Wolango (2004-2010)
11. Alona Lantana. D (2010-2016
12. Pjs Frederick Mamuaja (2016-2018)
13. Dra. Siti Lestari Makatindu (2018-skrg)

Setelah sah menjadi Kapitalaung Desa Naha pada tanggal 13 Agustus 2018, Ibu Dra. Siti Lestari Makatindu melanjutkan pembangunan di Desa Naha dari ADD Tahap 2 dan Tahap 3 di Tahun 2018. Adapun pembangunan yang dilakukannya antara lain; jalan setapak, drainase, lapangan olahraga dan lampu jalan.

“Memasuki Tahun 2019, ADD sedikit terlambat, sehingga untuk sementara anggaran tahap 1 difungsikan untuk biaya operasional kantor Desa serta jasa para perangkat yang telah bekerja serta penunjang kegiatan sosial lainnya seperti Pelayanan Posyandu”, kata Ibu Kades Naha.

“Meskipun jam kerja hanya sampai pukul 16.00, namun saya bersama perangkat Desa Naha telah bersepakat memberlakukan jadwal piket di kantor desa setelah selesai jam kerja. Jadwal itu dibagi merata untuk semua perangkat yang ada”. tambahnya.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here