Deahe: Desa cantik yang masih perawan  

0
390

DEAHE-SIAU TIMUR||Desa Deahe berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Letaknya 16 kilometer dari Kota Ulu. Infrastruktur jalan menuju ke desa ini kini sedang dibangun. Prosesnya tergolong sulit karena kondisi fisik yang berbukit dan curam. Sepanjang jalan menuju ke tempat ini, anda akan memasuki rimbunan kebun pala milik warga. Karena itu meski perjalanan dilakukan siang hari, suasana selalu terasa sejuk. Tapi jika Anda jalan kaki, siap-siaplah betis untuk melintasi kecuraman. Itulah yang membuat anda selalu berkeringat. Namun jika anda menggunakan kendaraan, anda dituntut professional menaklukan setiap tikungan dan bukit.

Deahe hijau ini pantas disebut desa kecil berparas cantik. Dengan populasi 290 perempuan dan 259 laki-laki yang mengandalkan penghasilan mereka dari pohon pala. Abu dari Gunung Api Karangetang adalah berkah bagi mereka. Tanpa pupuk, tanaman pala hidup dan menghasilkan buah melimpah yang dipanen dua kali setahun. Bahkan setiap hari selalu dapat dipetik hasilnya guna menopang kebutuhan konsumsi. Karena itu warga Deahe dapat membangun rumah permanen.

Desa ini berusia muda. Pada 17 Februari lalu umurnya 23 tahun. Sebelumnya merupakan lindongan (bagian dari desa setingkat lingkungan) dari induknya Desa Lia II. Kepala desa pertama adalah Edikson Balaati. Balaati diangkat menjadi Kepala Desa Persiapan Deahe, karena sebelum pemekaran dia menjabat sebagai Kepala Lindongan Kampung Deahe. Saat dilakukan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), rivalnya adalah Weldi Lawere. Balaati terpilih menjadi Kades definitive. Dan dilantik pada 7 Maret 2000.

Pada periode 2007-2013 Pilkades diselenggarakan untuk memilih figur Jems Kiaking dan Ratna Saridewi Balaati. Ibu Ratna unggul dan memimpin si cantik Deahe. Pada saat kepemimpin ibu Ratna, Deahe mulai menunjukkan geliat pembangunan signifikan. Karena pada masa kepemimpinannya cukup banyak sumber pembangunan seperti PPIP dan PNPM untuk pembangunan infrastruktur jalan meski masih dengan anggaran yang minim.

Selanjutnya pada periode 2013-2019, kembali digelar Pilkades dengan figur peserta Pilkades sama seperti Pilkades sebelumnya. Tapi kali ini rakyat memberi kepercayaan kepada Jems Kiaking. Dibawa kempemimpinan Jems Kiaking banyak program pembangunan infrastruktur dilakukan. Karena pemerintah menggelontorkan bantuan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa untuk membangun berbagai infrastruktur desa.

Tidak heran jika saat ini anda akan dapat menyaksikan, kecantikan Desa perawan ini dipoles lagi dengan keberadaan pasar, infrastruktur jalan yang lebih mamadai, penanggulan di lokasi rawan longsor, lapangan olahraga, pengadaan air bersih yang lebih baik, PAUD, penahan ombak dan taman baca. Tampaknya, Deahe semakin molek.

Penulis: Cendri Horonis

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here