Desa Bebu: Keindahan yang terpencil

0
365
BEBU-TAMAKO|| Jika kita mau berkunjung ke Sangihe maka kita akan disambut dengan alam yang indah, dan tempat-tempat wisata yang elok. Mulai dari bukit yang berjejer hingga pantai-pantai yang indah menawan hati.
Salah satu tempat yang ada di Kepulauan Sangihe yang memiliki tempat wisata yang indah adalah Tamako. Tamako adalah satu dari sekian banyak kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tamako terdiri dari belasan kampung dan ada salah satu kampung yang terletak di Pinggiran Tamako.
Mengapa dikatakan terletak dipinggiran? Karena kampung ini berbatasan langsung dengan laut. Dalam arti lain kampung ini adalah kampung pesisir.
Terpencil? Ya. Namun dibalik letaknya yang terpencil dan dipinggiran, kampung ini mempunyai tanjung yang sungguh mengagumkan dan menjadi salah satu objek foto yang indah apalagi saat mentari terbit dan terbenam. Kampung ini adalah Bebu.
Jika anda mau berkunjung ke kampung Bebu, maka jarak yang harus ditempuh dari ibu kota Kabupaten (Pusat Kota Tahuna) kurang lebih 55 km dengan waktu kurang lebih 1 jam 55 menit, dengan menumpang taksi lokal. Namun biasanya taksi yang langsung ke Kampung Bebu hanya ada pada waktu tertentu saja. Namun bisa juga naik taksi dari Tahuna ke Tamako dengan jarak 45,3 km dan waktu tempuh 1 jam 33 menit, lalu pindah kendaraan ke taksi khusus untuk ke kampung Bebu yang biasanya sering mangkal dipertokoan di seputaran pasar tradisional Tamako dengan jarak antara Tamako ke Bebu kurang lebih 10 km dan waktu tempuh kurang lebih 22 menit.
Bebu bukanlah sebuah kampung yang terbentuk begitu saja. Seperti tempat lainnya, Bebu juga mempunyai sejarah. Berikut ini ulasan mengenai sejarah dan silsilah pemerintahan Kampung Bebu yang tercatat dalam arsip kampung.
Pada dulunya Kampung Bebu bernama Desa ‘Deda’ dan berada dalam pemerintahan Kolonial Belanda. Sekitar tahun 1852 Desa Deda didatangi oleh Raja Belanda. Ketika Raja Belanda melihat bahwa Desa Deda ini banyak mata airnya maka diubahlah nama Deda menjadi Bebu (Bebu dalam bahasa Indonesia artinya Bocor).
Penulis: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here