Desa Kalurae telah dipimpin 18 Kades, ini nama-nama mereka

0
337

KOMPAQ.ID-KALURAE-TABUKAN UTARA|| Aner Manise Kepala Desa Kalurae Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ditemui di Kantor Desa, Selasa, 11/06/2019 bertutur, dirinya mulai menjabat sebagai Kapitalau (Kades) sejak 2010 sampai dengan sekarang ini. Sejarah pemerintahan Desa Kalurae saat ini jarang diketahui oleh generasi muda. Itu sebabnya menjadi penting untuk digali dan diangkat kembali ke permukaan, katanya dengan nada setengah memelas.

Menurut Aner Manise, Desa Kalurae terbentuk sejak 1892. Saat itu yang dipercayakan sebagai Kepala Desa adalah S. Tondongdarere Janis. Beliau memerintah dari 1892-1918. Kurang lebih 26 tahun. Ia digantikan oleh Johanis Macpal yang memerintah kurun 1918-1928. Ada banyak kisah menarik dibalik setiap kiprah para pemimpin negeri itu, katanya.

Manise pun merunut secara lengkap sejarah pemerintahan Desa Kalurae dari pertama sampai sekarang. Berikut ini runutannya:

  1. S. Tonggengdarere Janis, 1892-1918
  2. Johanis Macpal, 1918-1928
  3. Ampingan Tasin, 1928-1936
  4. Johanis Landangkasiang, 1936-1942
  5. Jeheskiel Macpal, 1942-1943
  6. Amos Tasin, 1943-1945
  7. Spener Dareho, 1945-1952
  8. Herling Ussu, 1952-1956
  9. Hamade Kaomaneng, 1956-1959
  10. Jusaf Bagensa, 1959-1962
  11. Abdul Mangamba, 1962-1968
  12. Antanasius Bawotong, 1968-1976
  13. Herson Panggulu, 1976-1978
  14. Aristobolus Janis, 1978-1983
  15. Frederick Landangkasiang, 1983-1992
  16. Husein Lendes, 1992-1999
  17. Samsudin Tatangindatu, 1999-2009
  18. Aner Manise, 2010-sekarang.

Dalam sejarah pembentukannya, Kalurae adalah gabungan dari Kampung Tabukan Lama yang penduduknya mayoritas Nasrani dengan Kampung Raku yang mayoritas Muslim. Namun kampung Raku sudah dimekarkan pada tahun 2007 lalu dan berdiri sendiri, tutur Kapitalau Aner.

Menjadi Kepala desa di Kalurae harus mampu menjadi katalisator bagi warga yang berbeda keyakinan. Meski demikian, hubungan harmonis tetap terpelihara. Karena silahturahmi senantiasa terjalin. Warga masyarakat mampu menjaga kepercayaan dan hidup berdampingan dengan damai dan rukun, terang Kades yang hobi berolahraga ini.

Pembangunan infrastruktur pedesaan yang nampak di Kalurae antara lain pembangunan sarana prasarana penunjang kegiatan masyarakat. Telah dibangun jalan setapak ke rumah-rumah penduduk, bahkan pembangunan jalan produksi untuk mengakses aktivitas masyarakat ke kebun.

Kini pemerintah desa sedang membangun lapangan untuk olahraga. Disitu masyarakat bisa menyalurkan bakat mereka, baik sepakbola, voli, takraw, dan olahraga lainnya. Kalurae diinformasikan pula sebagai salah satu kampung yang memiliki banyak benda-benda bersejarah.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here