Desa Manumpitaeng dengan sejumlah terobosan sejak masa lalu hingga kini

0
275

MANUMPITAENG-MANGANITU|| Artikel ini merupakan bagian lanjutan dari artikel tentang Desa Manumpitaeng yang menjadi reportase dari liputan Desa Kompak yang tayang sebelumnya. Sumber informasi masih menggunakan sumber yang sama. Bersumber dari arsip sejarah Kampung Manumpitaeng.

Setelah kedua Komoļang bersatu menjadi satu perkampungan maka harus ada pemimpin. Pada tahun 1915 Pemerintah Belanda mengangkat seorang Kapten Laut untuk memerintah di Kampung Manumpitaeng. Si Kapten Laut pertama yang memerintah adalah Dumbayang Makawowode. Kapten Laut yang berasal dari Taloarane ini memimpin dari tahun 1915 – 1928. Selama 13 tahun dalam masa kepemimpinannya, ia mulai merintis pembangunan di Manumpitaeng.

Mulai dari pembangunan jalan yang menghubungkan Komoļang Tebe sarang (sarang, bahasa Sangihe yang berarti: ke) Komoļang Buhu, gedung sekolah dan sebuah rumah ibadah.

Kapten Laut kedua yang mengantikan Makawowode adalah Niklas Lalombo dari tahun 1928 – 1934. Setelah Lalombo, Jabatan Kapten Laut di serahkan kepada Lombo Katiandagho dari tahun 1934 – 1938, seterusnya Nikanor Katiandagho 1938 – 1942. Setelah Katiandagho bersaudara yang menjabat sebagai Kapten Laut selanjutnya adalah Limangbiang Ambui dari tahun 1942 – 1945, lalu Zakarias Pananggung pada tahun 1945 – 1947 setelah itu digantikan oleh Petrus Naharia menjabat dari tahun 1947 – 1971.

Tampuk Kapten Laut selanjutnya dijabat oleh Serlotes Naharia pada tahun 1971 – 1981. Lalu beralih kepada Alex Emanuel Ambui tahun 1981 – 1999. Setelah Alex Ambui pejabat Kapten Laut berikutnya (sekarang lebih dikenal dengan kapitalaung) adalah Robert Kansil tahun 1999 – 2000. Kapitalaung berikutnya setelah Robert Kansil adalah Orients Naharia yang menjabat dari tahun 2000 – 16 Agustus 2016.

Setelah masa jabatan Opolao Naharia berakhir, terjadi kekosongan jabatan karena menunggu Pilkampung serentak. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengangkat pejabat kapitalaung sementara, Jhym D Kirimang dipercayakan untuk memimpin Kampung Manumpitaeng.

Dari Agustus 2016 – Agustus 2017 Paman Jhym (sapaan akrab masyarakat) memimpin rakyat Manumpitaeng dan digantikan oleh Jusup Tempomona, S.Pd. Pak Guru Jusup memegang jabatan pelaksana tugas kapitalaung dari Agustus 2017 sampai dengan 13 Agustus 2018, atau setelah pemilihan serentak berakhir.

Setelah pemilihan dilaksanakan, maka yang terpilihlah Melki Wengke. Pria berusia 32 tahun ini memegang tanggungjawab sebagai Kapitalaung Manumpitaeng dari 13 Agustus 2018 sampai dengan sekarang.

Dengan dibantu oleh aparatur kampung antara lain Sekretaris Desa, Jhym Kirimang, Kaur Keuangan Stevi Pansing, S.Pd dan aparatur lainnya mereka menjalankan program-program bernas.

Diantaranya mensinergikan program Kemendes PDTT yakni konfergensi penanganan stunting dengan program Bupati STOP BABS (Buang Air Besar di Sungai), serta Program Posyandu Terintegritasi. Untuk mendukung program Bupati STOP BABS maka kampung melakukan kegiatan pembangunan jamban dengan total penerima 38 Kepala Keluarga.

Desa Manumpitaeng juga telah memiliki lapangan futsal. Lapangan futsal ini adalah program tahun 2018 sebelum pemerintahan Opolao Melki. Tapi dananya nanti dicairkan pada bulan Desember 2018. Nantinya lapangan futsal ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) seperti air bersih yang dikelola oleh BUMBES ALDUS sejak 2017 silam. ALDUS adalah akronim dari Alamate Dundingang Saghede. Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia yaitu ‘berkat yang selalu beriringan dengan usaha (jerih lelah)’.

Kedepannya akan ada 2 program terobosan dari Kampung Manumpitaeng dan tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi perintis program tersebut untuk kampung-kampung lainnya, apa program tersebut? masih dirahasiakan.

Penulis: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here