Desa Teep dari waktu ke waktu

0
278

TEEP – TALAWAAN || Berawal dari niat masyarakat untuk membuka hutan menjadi sebuah perkebunan, tujuh orang pria dari Kasuratan membawa peralatan dan bekal untuk membabat sebagian hutan yang di dalamnya ditumbuhi salah satu pohon besar yang dinamai Pohon Teep.

Menurut sejarahnya ketujuh lelaki kekar itu membuat tempat tinggal sementara (sabuah) di bawah rindangan pohon teep itu. Selang berjalannya waktu ketika mereka sudah membuka lahan perkebunan itu dan sudah bercocok tanam mereka memboyong keluarganya masing-masing untuk tinggal dan menetap di tanah yang sekarang ini berpenduduk sekitar 600 jiwa ini. Dan dari hasil bercocok tanam mereka bertujuh melihat bahwa tanah yang mereka kuasai ini sangat subur dan menghasilkan, mereka pun mulai membeli lahan-lahan perkebunan yang sudah dibuka oleh warga Warisa desa yang berjarak agak dekat dengan lokasi perkebunan ketujuh kelaki Kasuratan itu.

Dari wawancara kru kompaq kepada salah satu warga Teep yang dituakan yakni Fence Sangari. Beliau juga menjabat sebagai Ketua BPD desa Teep. Terurai jelas sejarah asal-muasal berdirinya Desa Teep. Selang bergulirnya waktu ketika terdengar bahwa tanah yang dihuni oleh ketujuh orang ini sangat subur dan mendapatkan hasil yang banyak, maka banyak warga yang mulai berbondong-bondong dari beberapa tempat yang antara lainnya dari Desa Kasuratan Minahasa Utara mendatangi tempat itu dan mulai membuka lahan perkebunan mereka. Ini terjadi selang waktu ditahun 1970. Ketika jumlah warga kian hari mulai bertambah mereka pun mulai membuat rumah tempat tinggal mereka di dekat pohon Teep. Pohon yang menjadi tempat peristirahatan warga melepas lelah dan bersenda gurau sehingga menjelang siang hari di bawah pohon itu menjadi tempat yang sangat ramai ketika warga berkumpul dan menikmati rindangnya pohon Teep itu.

Ketika waktu berjalan dengan bertambahnya jumlah warga yang menetap di situ dan dengan kesepakatan bersama dibentuklah sebuah dusun yang menjadi bagian pemerintahan Desa Warisa dan di tunjuklah seorang warga Desa Warisa sebagai kepala dusun.sekitar tahun 1982. Melihat populasi warga yang kian hari kian bertambah akhirnya pada tahun 1993 oleh Pemerintah Minahasa saat itu, dusun itu dijadikan desa persiapan untuk berotonom sendiri karena sudah hampir memenuhi syarat menjadi sebuah desa. Desa persiapan ini dipimpin oleh Yan Mamahit sebagai pejabat Kepala Desa. Dan untuk mengenang sejarah perkumpulan warga masyarakat maka nama pohon rindang yakni “Teep” dijadikan nama dari desa ini. Teep yang artinya tempat peristirahatan dari lelah. Tepat pada tanggal 31 Agustus 1997 disahkanlah tempat itu menjadi sebuah Desa definitif dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Minahasa dan dipimpin oleh Yan Mamahit sebagai Kepala Desa.

Menurut Kepala Desa Teep, Alex Mamahit hingga sampai saat ini kehidupan masyarakatnya kurang lebih 90 persen bergantung dari hasil perkebunan. Di Desa Teep ini masyarakat hidup dalam kedamaian dan ketentraman walau sudah di huni oleh berbagai latar belakang suku dan budaya, ujar Fence Sangari dan Alex Mamahit.

Penulis: Steven Laluas
Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here