Desa Tola ternyata berarti poros dari sekitarnya, Begini sejarah pemerintahannya

0
261

TOLA-TABUT|| Penduduk Sangihe selalu punya kebiasaan yang unik dalam hal memberi nama suatu tempat. Salah satu kebiasaan unik itu adalah dengan mempertimbangkan aspek manfaat dari objek yang disematkan. Sebut saja satu Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Tabukan Utara. Desa ini terletak pada posisi yang strategis untuk menghubungkan beberapa kampung lainnya. Dapat dikata merupakan poros dari orbitan kampung sekitar. Itulah Desa Tola.

Desa yang merupakan hasil pemekaran dari Desa Bengketang ini, pada sisi timur berbatasan dengan Desa Petta. Sisi barat berbatasan dengan Desa Tarolang dan sisi selatan berbatasan dengan Desa Bowongkulu dan sebelah utara berbatasan dengan desa Kalurae.

Salah satu keunikan yang ditemui di Desa Tola saat ini adalah perangkat desanya. Meskipun Kapitalaung tidak berada di tempat saat disambangi Kompaq pagi tadi jumat 14/6. Tetapi Sekretaris dan seluruh perangkatnya terlihat aktif bekerja di kantor desa. Mereka rata-rata perangkat desa dengan usia yang berkisar 25 tahunan. Saat didatangi tampaknya mereka baru saja selesai berolahraga jumat pagi.

Saat ditanya mengenai sejarah pemerintahan desa, Sekretaris, Zuzanty Andris didampingi Yansen Malambae, selaku Kepala Seksi Pemerintahan menjelaskan awal mula penamaan Desa.

“Nama Desa Tola berasal dari kata “Tumola” yang berarti tempat yang bisa dijangkau dalam waktu singkat. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya desa Tola, maka nama ini disingkat penyebutannya menjadi Tola. Desa Tola semulanya merupakan bagian dari Desa Bengketang. Kemudian timbullah kesepakatan dari tokoh-tokoh masyarakat untuk memekarkan diri tahun 1903. Hingga kini resmi menjadi Desa “Tumola” yang sekarang dikenal dengan nama Desa Tola” tutur Andris.

Andris menambahkan sejak tahun 1903 itu, sejarah mencatat untuk pertama kalinya kendali pemerintahan Desa Tola dipimpin oleh Adolof Jacob hingga tahun 1933” imbuhnya.

Berikut ini adalah daftar Kapitalaung Tola dari 1903 sampai sekarang.

  1. Adolof Jacob (1903-1933)
  2. Samuel Malambae (1933-1960)
  3. Johan Sahempa (1960-1970)
  4. Adrianus Malambae (1970-1982)
  5. Isak Rindu Walumpapueng (1982-1986)
  6. Idris Dandel (1986-1996)
  7. Alfret Harold Malambae Amd.Pd (1996-2008)
  8. Ambrin Lasieng (2008-2016)
  9. Pjb. Alfret Harold Malambae (2016 hanya 4 bulan lalu meninggal)
  10. Pjb. Nining Anggraini (2016-2017)
  11. Pjb. Zulkifli baktes, SH (2017-2018)
  12. Yahya Dandel (2018- skrg)

 

Penulis: Dendy Abram

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here