Di Sitaro, hanya di Kampung Bawo mata air ada jenis kelaminnya

0
288

BAWO-TAGULANDANG UTARA || Dari beberapa perkampungan yang terletak di ujung utara Pulau Tagulandang, ada satu kampung yang mempunyai daya tarik tersendiri. Kampung itu terkenal dengan tiga mata airnya. Itulah Kampung Bawo. Dulunya, kampung ini masuk dalam bagian Kampung Minanga, yaitu tercatat sebagai wilayah dusun tiga. Namun seiring perkembangan, dilakukan pemekaran dan wilayah ini dimekarkan menjadi kampung baru.

Pada tanggal 08 Oktober 2002 silam, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Drs. Winsulangi Salindeho mensahkan pemekaran kampung ini serta melantik pejabat Kapitalau pertama yakni Rusli Baslius Mangerongkonda.

Secara Geografis, Kampung Bawo mempunyai batas-batas wilayah yaitu disebelah utara berbatasan dengan Kampung Minanga, sebelah barat berbatasan dengan Kampung Mulengen, sebelah timur berbatasan dengan Kampung Wo dan sebelah selatan berbatasan dengan Kampung Bawoleu.

Adapun ketiga mata air yang menjadi ciri khas Kampung Bawo ini mempunyai nama masing-masing. Mata air yang pertama bernama Mata Air Kuta atau disebut juga Ake Kowawine alias air perempuan, mata air kedua bernama Mata Air Kalipupu atau nama lainnya ialah Ake Koese alias mata air laki-laki, dan mata air ketiga dinamakan Mata Air Ajaib atau bernama lain Ake Honda.

Mengapa namanya disebut Mata Air Ajaib? Ternyata masyarakat mempunyai alasan yang sanggup buat kita tercengang. Alasannya ialah karena air ini hanya datang pada musim kemarau saja.

Desa yang berumur belia ini juga mempunyai sejarah pemerintahan. Setelah pada 08 Oktober 2002, Drs. Winsulangi Salindeho melantik Rusli B. Mangerongkonda sebagai pejabat kapitalau di Kampung Bawo, maka ia menjabat selama empat tahun yakni dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006.

Ditahun 2006 dilaksanakan pemilihan kapitalau dan yang dipercayakan menjadi kapitalau kedua di Bawo ialah Replit Mulalinda. Ia menduduki kursi kapitalau dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. Setelah masa jabatan Mulalinda berakhir, kembali diadakan pemilihan kapitalau dan pada saat itu rakyat masih menyimpan kepercayaan kepada kapitalau pertama yakni Rusli B. Mangerongkonda. Ia kembali memegang tampuk kekuasaan kapitalau dan memimpin selama enam tahun yaitu dari tahun 2012 sampai dengan 2018.

Setelah periode kepemimpinannya berakhir, dibulan Agustus 2018 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro mempercayakan jabatan kapitalau kepada Kefas Takarendehang. Ia juga merupakan sekretaris kampung. Kefas Takarendehang memegang jabatan sebagai Pejabat Kapitalau Kampung Bawo selama kurang lebih delapan (8) bulan. Lalu Sirvhangky Y. Mona dilantik menggantikan Kefas Takarendehang sebagai pejabat kapitalau Kampung Bawo dan terhitung mulai tanggal 05 April 2019 sampai dengan sekarang.

Adapun pembangunan infrastruktur di Kampung Bawo mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, misalnya pembangunan jalan rabat beton sepanjang lorong yang ada di Kampung Bawo, pembangunan gedung TK, untuk meningkatkan mutu pendidikan anak di usia dini yang dipraksai oleh TP-PKK, lalu ada drainase sepanjang Kampung Bawo, serta ada pembangunan talud, jembatan dan lain sebagainya. Semua itu boleh terlaksana karena adanya kerjasama antar masyarakat dan pemerintah.

Dari aspek keagamaan, di Kampung Bawo berdiri tiga gedung ibadah yaitu, GMIST Getsemani Bawo, KGPM Bawo dan GPdI Bawo. Meskipun ada tiga gereja yang notabene berbeda aliran namun hubungan antar umat tetaplah harmonis karena masyarakat Kampung Bawo menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan saling menghormati antar sesama.

Penulis: Unan Atjo
Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here