dr Taufik Pasiak: Ada 3 Pihak Berperan Penting Dalam Mencegah Penularan COVID 19

0
862

MANADO|| Sejak ditetapkannya Manado sebagai Local Transmisi per 7 April 2020 kemarin, timbul berbagai reaksi warga Kota Manado yang terpantau melalui media sosial. Salah satu warga Manado yang selama ini terus mengedukasi masyarakat terkait dinamika kasus COVID 19 ini adalah akademisi dr Taufik Pasiak, dosen di Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado.

Pasiak menulis dalam status facebooknya: “Ada 3 pihak yang berperan penting dalam mencegah penularan lebih banyak lagi virus COVID19 ini:

Pertama. Pemerintah, yang diberikan otoritas dan legalitas atas nama undang undang untuk mengatur kehidupan rakyatnya. pemerintah mengatur semua hal dalam kehidupan masyarakat. Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) menjadi forum yg bisa melakukan banyak hal. Karena ada pemerintah daerah, ketua DPRD, ada tentara, polisi, pengadilan dan kejaksaan. Bahkan sampai kecamatan-Forkompimcam. Pemerintah juga punya organ yang melibatkan masyarakat seperti Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Dengan kekuasaan ini betapa luasnya area yg bisa dilakukan pemerintah. Lazimnya, seperti kita saksikan selama ini, pendekatan yg dipakai pemerintah meliputi pendekatan keamanan, hukum dan ekonomi. Banyak hal yg bisa diabaikan demi 2 pendekatan itu. Aman bisa berarti aman secara politik. Pendekatan politik adakalanya di atas segala galanya.

Kedua. Masyarakat, yang dalam banyak hal memainkan peranan yang sangat menentukan. Selain masyarakat biasa, di dalam masyarakat juga ada para tokoh baik tokoh agama, sosial maupun politik. Masyarakat paternalistik seperti Indonesia tokoh masih kerap dijadikan rujukan meski adakalanya tokoh juga melakukan hal hal keliru. Untuk pelbagai kepentingan pribadi tokoh agama, sosial dan politik memainkan peranan yg melibatkan masyarakat.

Ketiga. Tenaga kesehatan profesional, yang head to head menghadapi kasus yang sudah terinfeksi. Kelompok ini relatif tak memiliki kekuatan politik, kecuali jika mereka bersatupadu. Mereka bekerja dan menyembuhkan penyakit dengan bantuan banyak pihak, terutama bantuan fasilitas. Saat ini, dalam beberapa rumah sakit, pekerjaan profesional mereka tak disertai sistem komando yang bagus. Akibatnya, terkesan bergerak sendiri sendiri. Dinas Kesehatan pun, yang adalah bagian dari pemerintah daerah, belum secara optimal turut serta dalam orkestrasi bidang kesehatan ini. Ada sistem komunikasi dan cara berpikir yg berbeda meski sama sama menangani masalah kesehatan. Dinas kesehatan yang notabene adalah aparat pemerintah daerah memiliki cara berpikir menurut paradigma daerah, sementara pihak profesional kesehatan berpikir dengan paradigma medis semata.

Itulah sebabnya, dalam situasi seperti saat ini dengan tanda-tanda eskalasi kasus yang makin meningkat (Manado sudah kategori daerah dengan penularan antar penduduk lokal) sementara aktivitas masyarakat tampaknya juga meningkat, hal yang paling penting dibereskan adalah “Manajemen Komunikasi” dan “Informasi” antara 3 komponen di atas.

Kuncinya: Komunikasi adalah salah satu terapi penting jika menghadapi masalah yang melibatkan banyak pihak. Komunikasi adalah cara manusia mengelola informasi. Pengelolaan yang baik akan memandu banyak hal dalam kehidupan.

Menurut Taufik, “Otak manusia adalah mesin pengelola informasi yang luar biasa. Makin kurang informasi dan komunikasi makin lebar jurang ketidakmengertian. Otak akan menggunakan mekanisme pertahanan diri dimana ketakutan, kecemasan, dan kepanikan merajelala” katanya melalui pesan WA yang disampaikan saat dikonfirmasi 8/4/2020 tadi.

Advertisement