Drs Eddy Pontoh: Energi Perubahan Dari Bolmong Raya

0
220

KOMPAQ.ID.BOLANGITANG. Senin, 6 Agustus 2018. Bolaang Mongondow Raya dapat dikatakan sebagai daerah yang memiliki sumberdaya alam dan sumberdaya manusia melimpah. Secara territorial, Bolaang Mongondow merupakan kawasan dengan luas wilayah kurang lebih 2/3 dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Selain dikenal sebagai kawasan penyuplai pangan di Sulut, salah satu keunikan historis kawasan ini adalah daerah yang tatanan sosialnya terkonstruksi sejak lama sebagai daerah yang memiliki ciri khas pemerintahan kerajaan. Dan menariknya, raja-raja yang pernah memerintah di kawasan ini keturunannya kemudian menjadi raja-raja yang memerintah di daerah lain semacam Siau, Sangihe bahkan meluas hingga Parigi. Sebutlah salah satu diantaranya ialah Raja Pontoh. Pontoh sendiri dalam Bahasa Sangihe/Siau artinya “Yang Mulia”. Dalam hal memilih seorang pemimpin rakyat, masyarakat biasanya menentukan pilihannya pada figur-figur yang berintegritas, memiliki energi dari dalam diri dan dinilai mampu membawa kepentingan khalayak menuju pada tujuan hidup bersama, yaitu kesejahteraan umum.

Hari ini, 52 tahun yang lalu, persisnya 6 Agustus 1966, di Bolangitang, seorang Pria bernama Haji Jus A. Pontoh menikahi Ibu Pansi dan dari rahim ibunda Pansi, lahirlah seorang putera energik bernama Eddy Pontoh. Darah kebangsawanannya membimbing Eddy hingga meraih gelar sebagai sarjana Strata Satu jebolan Fakultas FISIP Unsrat Manado. Eddy mengabdikan dirinya sebagai politisi yang berhaluan nasionalis. Ia menjadi Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai dan Organisasi di jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Bolmut, pada Pemilihan Gubernur yang lalu, bertindak selaku benteng pertahanan para pejuang banteng. Sehingga pasangan OD-SK tidak mengalami kekalahan telak di kawasan para raja itu. Keadaan itu terjadi berkat kerja keras Drs Eddy Pontoh dan kawan-kawannya yang sehaluan. Adalah bijaksana ketika Eddy Pontoh kemudian ditunjuk oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandow untuk menjadi Staf Khusus Gubernur. 

Gubernur yang merangkap selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara memberi kesempatan bagi Eddy untuk mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif Provinsi Sulut. Eddy menempati nomor urut 6. Insting politiknya mendorong dirinya melahirkan tagline yang tepat, “Energi Perubahan”. Pria kelahiran tanggal 6 dan pemilik nomor urut 6 ini, memiliki keyakinan yang kuat untuk meraih 4 kursi dari Dapil Sulut 4. Kepada Kompaq.id, ia mengatakan: Sesuatu yang dapat dibayangkan, pasti dapat diraih, sesuatu yang bisa diimpikan, pasti dapat diwujudkan”, ucap Pontoh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here