Pihak eksekutor berbagai kegiatan pembangunan di Kota Manado bicara dalam Musrenbang Kecamatan Bunaken, Senin, 17/2/2020.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Manado, Heri Saptono menjelaskan: bahwa Musrenbang adalah forum musyawarah yang menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan untuk tahun 2021 sekaligus forum dimana Pemerintah Kota melalui SKPD terkait menyampaikan program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Itu merupakan hasil Musrenbang dan Reses pada tahun 2019 yang lalu.

Saptono berharap agar program prioritas diarahkan kepada peningkatan sumberdaya manusia. Namun dalam amatannya setelah melihat usulan dari 5 kelurahan di Kecamatan Bunaken, semua berfokus pada pembangunan fisik. Maka dirinya berharap agar pembangunan non fisik dapat dialokasikan pada Dana Kelurahan.

Kepala Dinas Sosial, Drs Sammy Kaawoan, MAP mengatakan, Pemkot Manado melalui Dinas sosial pada tahun 2020, Walikota dan Wakil Walikota menambah quota Lansia menjadi 33 ribu. Walikota juga tetap menganggarkan Jamkesda KIS dengan besaran 110 ribu rupiah, dan ada juga Program Sembako dengan nilai Bantuan Sosial sebesar 150 ribu.

Dari Dinas PUPR Kota Manado menjelaskan sederet program pembangunan infrastruktur dengan pagu mencapai 6,8 miliar rupiah yang akan dibangun di Kecamatan Bunaken. Meskipun diukur dari kontribusi PBB dan IMB dari Kecamatan Bunaken tergolong minim, tetapi Bunaken tetap mendapatkan alokasi anggaran pembangunan yang signifikan dari Pemkot Manado. Pembangunan yang akan dibangun tahun 2020 antara lain: pembangunan jeti bahowo, peningkatan jalan pavin di batusaiki menuju pantai panjang, peningkatan jalan hotmix di gereja gmim sola kristus, peningkatan jalan hotmix bahowo, peningkatan jalan hotmix kelurahan pandu, dan pembangunan IPAL komunal di Pandu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here