FPIK Unsrat Suport Pemkot Bitung Kelola Sampah Micro Plastic

0
28

BITUNG|| FPIK Unsrat sepakat memberi dukungan penuh kepada Pemkot Bitung terutamanya dalam hal penanganan sampah micro plastic yang masuk di wilayah perairan. Dibutuhkan kajian pola arus serta formulasi indicator plastic metric untuk mengukur level volume sampah yang ada.

Demikian antara lain resume yang mengemuka dalam Webinar Dampak dan Pengelolaan Micro-Plastic yang dilaksanakan Selasa (21/09, 2021) sejak jam 09.00-16.00 Wita. Tampil sebagai pemateri Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM memaparkan kesiapan Pemkot Bitung dalam hal penanganan sampah saat ini.

‘’Bahwa ada program yang terus dikerjakan, ada capaian, ada pula penggunaan sarana teknologi digital, namun semua itu tetap harus terus ditingkatkan agar sampai pada level perilaku kesadaran diri’’ papar Mantiri.

Prof Grevo Gerung menawarkan kerjasama dengan pendekatan system akademik dalam mengelola sampah yang ada termasuk di wilayah perairan kota Bitung. ‘’Kami bersedia untuk mensuport Pemkot Bitung, terutamanya memastikan adanya indicator plastic metric dengan pendekatan akademis’’ sebut Gerung.

Kegiatan yang dimoderatori Dr James Paulus dan Dr Wilmmy Pelle itu ikut menghadirkan sejumlah pembicara baik dari P2O-LIPI, Sesdirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, CTI-CFF, serta partisipan Lembaga pemerintah/swasta, LSM
Dosen, mahasiswa dan alumni FPIK Unsrat.
Dikatakan Dr Wilmy kegiatan ini merupakan satu rangkan dari lokakarya yang memang dipusatkan di Kota Bitung, di mana telah diawali dengan FGD Jumad pekan silam, di lantai IV jam 09.00.-13.00 Wita (Jumad 17/09-2021), dan terus diikuti dengan kunjungan ke sejumlah titik sampai petang.

Kadis LH Sadat Minabari, S.IK, MSi memastikan kota dengan potensi wisata bahari yang besar, Pemkot Bitung maksimal melakukan penanganan sampah micro plastic yang masuk ke area perairan. Berbagai program dan upaya terus digalakkan pemerintah di bawah kepemimpinan Walikota Ir Maurits Mantiri, MM dan Wakil Hengky Honandar, guna memastikan tak ada dampak sistematis yang terjadi di lingkungan akibat gempuran sampah.

Di sesi kedua Reymoond ‘Kex’ Mudami Staf Khusus Walikota-Wakil Walikota Bitung mengingatkan bahwasanya yang harus dipahami, bukan melarang (produksi) plastic, namun bagaimana upaya untuk melakukan penanganan agar dapat meminimalkan penggunaan serta dampak yang kelak ditimbulkan.

Usai FGD, tim dipandu Sadat melakukan visit ke TPA Aertembaga khususnya melihat sistem pengelolaan sampah plastic, dan ke PT Futai yang saat ini dalam persiapan beroperasi sebagai sebuah perusahan yang memproduksi recycling kertas dan plastic.

Di hari ke 2 dan 3 (18-19/9), lokakarya masuk pada sesi penerapan metode marine debris di Pulau Lembeh, sekaligus sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya meminimalisasi sampah laut.
‘’Kami berterimakasih kepada Pemkot Bitung, terutamanya Pak Walikota Bapak Maurits Mantiri yang memperkenankan kami boleh berkegiatan di kota Bitung, ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan berharap juga ada sumbangsih bagi lingkungan kota Bitung’’ sebut Wilmy.(*)

Advertisement