Galian C Di Pulau Ruang Ditutup Sementara, Penambang Rakyat Mengeluh

0
192

KOMPAQ.ID||BALEHUMARA-TAGULANDANG| Pulau Ruang dengan sumberdaya alam berupa adanya Galian C dari hasil muntahan Gunung Api Ruang memberi berkah bagi warga di Kampung Laingpatehi dan Pumpente serta kampung-kampung lainnya di Pulau Tagulandang. Tidak sedikit warga Tagulandang selama ini memanfaatkan galian C tersebut sebagai usaha tambang mereka.

Pada awal Mei bulan lalu, Pemkab Sitaro melalui pemerintah Kecamatan Tagulandang bersama Pemerintah Desa Laingpatehi dan Pumpente mengundang beberapa pelaku usaha tambang rakyat untuk merapatkan dan membahas permasalahan seputar aktivitas pertambangan yang kini mulai dibenahi itu.

Menurut salah satu penambang yang berinisial S, di Balehumara saat ini terdapat kurang lebih 5 penambang yang mendapat larangan untuk melanjutkan aktivitas penambangan di Pulau Ruang. Pelarangan itu terkait dengan alasan terjadi konflik di masyarakat.

“Kami mendapat undangan dari camat J. Baginda, SST untuk menghadiri rapat yang intinya pemerintah menutup sementara aktivitas penambangan, tetapi kenyataannya membiarkan penambangan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki kontrak dengan pemerintah,” kata S melalui teleponnya.

S melanjutkan selama ini tidak ada konflik dalam masyarakat, katanya. Pihak perusahaan biasanya datang membeli pasir dan batu yang dikubik oleh warga, tetapi sejak adanya penutupan sementara, semua sudah tidak berjalan seperti biasanya dan warga penambang mengeluh, tambahnya.

Penulis/Editor: Nia Biringang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here