Hanri Barik, BSc, Camat yang menginisiasi kawasan hortikultur bagi Siau Tengah

0
77

SITENG SITARO|| Dalam kesibukan dan tanggungjawabnya sebagai pimpinan wilayah kecamatan (camat) Siau Tengah ia masih bisa meluangkan waktunya untuk menanam. Ilmu ini ia dapatkan dari bangku kuliahnya dulu dan juga dari pengalamannya sebagai ASN di Dinas Pertanian Pemda Sangihe dan Pemda Sitaro. Jadi dunia pertanian bagi dirinya bukan hal yang baru lagi. Ia adalah Hanri Barik, B.Sc.

Dikenal sebagai seorang inisiator holtikutura, Camat Barik tak sungkan membagi ilmunya ke masyarakatnya. Mulai dari berbagai teknik pembibitan dan persemaian varitas unggulan dari jenis-jenis tanaman yang bernilai ekonomis dan menjadi kebutuhan makanan (seperti sayur sayuran maupun buah buahan) serta tata cara menanam menjadi ilmu terapan yang ia berikannya bagi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Siau Tengah dan sekitarnya.

Saat wartawan Kompaq.ID menyambangi rumah beliau, nampak sejumlah polybag yang ditanami bibit varitas unggul berbagai jenis tanaman berjejeran hampir di seluruh lahan perkarangan. Di sekitar rumah dinas camat terlihat padat oleh jenis tanaman dengan masa tanam yang berbeda.

Camat Hanri Barik menjelaskan, kecintaannya di dunia pertanian adalah warisan turun-temurun dari kakek dan bapaknya. Mereka adalah petani kebun yang telaten. Mereka mendidik serta membesarkan anak-anaknya dengan mengandalkan hasil pertanian atau perkebunan. Jadi masalah pertanian bagi dirinya bukan sebuah kegemaran atau sekedar hobi saja tapi pertanian adalah sebagian dari jiwanya.

Walaupun ia sudah menjadi seorang Aparatur Sipil Negara yang sibuk dalam tugas pokok dan fungsinya namun ia selalu membagi waktu untuk menanam dan berkebun. Saat ditanya tentang bagaimana tingkat kesadaran warganya untuk menanam ia hanya menjawab dengan senyuman seakan-akan ada sesuatu yang tidak bisa ia buka di depan publik.

“Mengubah perilaku pribadi orang untuk menjadi petani yang telaten sangat susah” ujarnya sambil membenahi sejumlah polybag yang berserakan untuk ditatanya kembali sambil menambahkan “masyarakat petani perlu diajarkan pula ilmu ekonomi pertanian sehingga masyarakat bukan hanya diberi pemahaman tata cara menanam saja tapi ia bisa melihat prospek dari hasil pertanian itu sendiri”

Hanri Barik, B.Sc menyampaikan harapan bagi media Kompaq.id agar menulis artikel tentang pertanian untuk memotivasi masyarakat di Sulawesi Utara khususnya Sitaro karena penduduk Kabupaten Kepulauan Sitaro lebih dari setengahnya berprofesi sebagai petani namun kenyataannya kebanyakan warga menggantungkan hidup dari tanaman pala saja. Jenis tanaman lain diabaikan padahal memiliki nilai ekonomis yang tinggi seperti budidaya tanaman bumbu dapur dan tanaman bahan dasar obat-obatan seperti jahe merah ,temulawak ,dan kunyit.

Tanaman ini kurang diminati padahal dari struktur tanah ataupun tingkat kesuburannya sangat baik namun mereka hanya fokus pada tanaman musiman seperti pala, cengkih dan kelapa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here