HEBINDATU, Tradisi Lama Yang Digali-kembangkan Oleh Budayawan di Sitaro

0
254

KOMPAQ.ID. SIAU. Selain Tulude sebagai tradisi yang diselenggarakan oleh masyarakat etnik Sangihe untuk hajatan syukuran atas pergantian tahun baru, warga Nusa Utara juga mempunyai tradisi lain yang disebut dengan Hebindatu. Apabila Tulude secara harafiah mengandung makna menuhude (menolak bala), lain halnya dengan Hebindatu yang hariahnya terdiri dari dua suku kata Hebi yang berarti malam dan Datu yang berarti pembesar/pejabat. Kedua suku kata tersebut bilamana disatukan mengandung arti sebagai “malam bagi para pejabat”. Secara luas dapat diartikan sebagai hajatan dalam rangka merayakan hari penting bagi para pejabat dalam lingkungan kerajaan Siau pada tempo dulu.

Dalam buku H.B Elias (1973) yang diulas lagi oleh MS Kaghoo (2016) disebutkan, Hebindatu dilaksanakan bertepatan pada malam terakhir setiap tahun yang akan berlalu, atau pada tanggal 31 Desember. Seorang raja menyelenggarakan hajatan ini dan dihadiri oleh seluruh anggota Majelis Kerajaan (Komolang Bobatu Datu) serta para pembesar semacam jogugu yang pemerintahannya berkedudukan di wilayah-wilayah yang lebih kecil dalam kesatuan wilayah kerajaan.

Tradisi Hebindatu untuk pertama kalinya digiatkan kembali oleh para budayawan di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Hajatan ini digiatkan dalam kaitannya dengan penyambutan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Pilkada 2018 yang lalu. Pasangan Eva Sasingen dan John Palandung setelah dilantik oleh Gubernur Olly Dondokambey, selanjutnya bekerja di hari pertama mereka. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh para budayawan untuk melakukan upaya koodifikasi nilai kebudayaan.

Tradisi yang baru dikenal oleh warga Nusa Utara ini disambut baik oleh seluruh penduduk Sitaro. Para penggagas hajatan ini adalah Jupiter Makasangkil dan Micojan Bawuna. Makasangkil sangat berharap agar hajatan ini mendapat simpati para awak media untuk mempublikasikannya. Sementara Bawuna sangat berharap agar seluruh warga dapat menerimanya sebagai salah satu agenda daerah guna memperkaya khasana Pariwisata yang berimplikasi bagi pertumbuhan pembangunan ekonomi masyarakat Sitaro pada umumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here