Hermin Ririswati Menyisir Pesisir Minut, Ini Kata Denny Wowiling

0
373

KOMPAQ.ID||MINAHASA UTARA|Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama dengan rombongan pagi kemarin (27/1) mengawali kegiatan Sosialisasi Caleg DPRRI Nomor Urut 6 Dra Hermin Ririswati dengan beribadah di GMIST Liunkendage Mawali, Kota Bitung.

Ibadah minggu pagi yang dipimpin oleh hamba Tuhan Pdt. S. T. Lenombuka S.Th mengambil pembacaan Alkitab dari Nehemia 8 : 10 – 13 yang intinya: siapapun punya mimpi jadi pemimpin, maka pemimpin itu harus benar-benar mengayomi rakyatnya. Pemimpin itu harus bijaksana, punya rasa kepedulian yang tinggi sehingga ia bisa mengarahkan rakyatnya ke jalan yang benar, katanya.

Setelah itu siangnya rombongan kuning ini mengahadiri acara keluarga di Kel. Janis – Rarung di Manembo–nembo. Sekaligus santap siang bersama.

Sorenya walaupun cuaca hujan namun tak mengendorkan niat Bupat Kepulauan Sangihe beserta istri Dra. Hermin Ririswati untuk mengunjungi rakyat Nusa Utara di desa Sawangan, Airmadidi. Didampingi oleh wakil ketua DPRD sekaligus ketua II DPD Golkar Minahasa Utara Drs. Denny Wowiling, M.Si dan kader-kader Golkar di Minahasa Utara. Wowiling yang juga Ketua IKISST Minahasa Utara mengatakan bahwa masyarakat Nusa Utara yang ada di Sawangan sangat berbangga bisa dikunjungi oleh Dra. Hermin Ririswati, Jabes Ezar Gaghana yang juga Bupati Kepulauan Sangihe dan rombongan Nusa Utara.

“Kita harus bersatu, jika Golkar mendapatkan 12 kursi maka bukan tidak mungkin bahwa Kursi wakil Gurbenur menjadi milik Golkar dan terlebih khusus lagi Orang Nusa Utara”, kata Wowiling.

Jabes Ezar Gaghana mengawali sambutannya dengan salam khas Sangihe “malunsemahe” mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bisa sampai di desa Sawangan sehingga bisa mengenal orang Nusa Utara apalagi banyak keluarga berada di desa ini. Beliau kembali menegaskan bahwa: “2019 Berang Sangihe haruse be i tentiro su manga palahana tadeau tawe mailang (Bahasa Sangihe harus diajarkan untuk anak-anak agar tidak punah), dingangu soale metatengkang/penghormatan adat istiadat. Metatengkang/pepapangadate harus dipelihara di rumah masing-masing, katanya.

“Karena baku menghargai sudah hampir punah dan kurang didengar di tengah-tengah masyarakat. Panggilan untuk momo dan ungke harus dilestarikan. Jangan jadikan panggilan momo dan ungke sebagai panggilan untuk asisten/pembantu. Jika kita mendengarnya maka kita sebagai masyarakat harus menegaskan bahwa ini adalah panggilan penghargaan untuk masyarakat Nusa Utara”, Imbuhnya.

Beliau mengucapkan terima kasih kepada hukum tua yang telah memberikan tempatnya untuk dijadikan tempat berkumpul kerukunan Nusa Utara.

Dra. Hermin Ririswati juga didaulat untuk mengucapkan sepatah dua patah kata membuka dengan ucapan: “Salamate Ello Misa. Sesusah apapun saya mendampingi ungke Sangihe (JEG) TUHAN masih mengizinkan kami untuk jadi berkat bagi banyak orang. Kami tidak ada uang tapi tiang doa sangat diperlukan dalam hidup ini. Jika TUHAN mengizinkan saya menajdi berkatnya lewat perjuangan ini saya rindu mau menyekolahkan lebih banyak kader-kader bangsa lainnya. Lanjut beliau, Rencana TUHAN selalu luar biasa, dengan adanya event ini maka kita boleh bertatap muka satu sama lain. Jika mau ke Sangihe jangan lupa singgah di pandopo. Pandopo bukanlah rumah pribadi kami tetapi pandopo adalah rumah kita bersama, kapanpun saudara mau singgah pintu masuk selalu terbuka untuk saudara sekalian” tuturnya.

Beliau menutup piadatonya dengan lagu yang berjudul Su Tengo Mawu Ruata Kawasa.

Sementara itu Ketua Rukun Nusa Utara di Minahasa Utara, Tomi Tamaunde menutup acara dengan pidatonya mengenai awal mula terbentuknya rukun nusa utara adalah Rukun Sengkanaung. Beliau menyampaikan harapan rakyat untuk pemerintah dan anggota dewan yang hadir pada saat ini yaitu harga kopra mudah-mudahan bisa naik, katanya.

Ketika suara ini telah dipakai TUHAN untuk jadi berkat untuk rakyat lewat kedudukan sebagai wakil rakyat maka kami yang ada di desa Sawangan jangan dilupakan. Beliau juga menyampaikan bahwa Rukun Nusa Utara akan melaksanakan tulude pada tanggal 2 Februari nanti sebagai ucapan terima kasih kepada Yang Maha kuasa dan upaya untuk melestarikan adat” tutupnya.

Penulis: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here