Ini Jawaban Salah Satu Personil Profesor FAK Tentang Konflik STISIP Vs Yayasan

0
281

KOMPAQ.ID. MANADO. Prof Anderson Guntur Kumenaung, salah satu personil dari Trio Profesor FAK menanggapi dengan keras pernyataan salah satu Pengelola STISIP Merdeka, Drs Eddy Ngenget, MSi (Wakil Ketua I Bidang Akademik) berkaitan dengan penilaian Ngenget pada berita kompaq yang diterbitkan selasa (11/9) kemarin. Ngenget menyampaikan penilaiannya tentang liniearitas keilmuan dari Trio Profesor FAK, yang dinilai tidak linier dengan ilmu sosiologi dan tidak terdaftar sebagai dosen dalam Pangkalan Data STISIP Merdeka Manado baik sebagai pengajar maupun selaku penguji.

Keterangan Kumenaung yang berhasil dikumpulkan oleh Tim Investigasi Kompaq pada Pukul 20.38 itu berisi pesan sebagai berikut: “Kami bertiga tidak perlu jabatan di Stisip, kamipun tidak digaji oleh Yayasan, dan kami bertiga tidak mengejar uang mahasiswa yang adalah hak Yayasan Merdeka, kami prihatin terhadap praktek komersialisasi Pendidikan Tinggi. Saudara Ngenget perlu banyak belajar dari awal dan juga membangun dasar moralitas serta mulai menyadari bahwa profesi dosen bukan pencaharian dan sekedar sumber nafkah, namun predikat dosen adalah profesi mulia yang punya integritas, perkataan dan perbuatannya seiring, menjadi teladan dalam kejujuran. Apakah para oknum yang berkeliling Manado, Bitung, dan Minahasa hanya mencari kesempatan menipu uang mahasiswa Stisip, pantas disebut dosen? Bertobatlah”.

Sebelumnya Guru Besar di Unsrat Manado itu memberi keterangan lain berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan akademik, termasuk penyelenggaraan Ujian Skripsi dimana dirinya diduga terlibat sebagai penguji. Kumenaung menegaskan bahwa pihak Stisip dalam kepemimpinan Pandeleke Cs agar tetap komitmen dengan rencana ujian tersebut.

Dalam keterangannya, Sang Profesor itu menulis: ……….“Prinsipnya Stisip musti komitmen ujian tanggal 22 September, kong wisuda 20an Desember. Angkatan 2015, rancang kuliah extra untuk cukupkan SKS, 2014 ka bawah periksa kekurangan SKS dan programkan kuliah tambahan untuk melengkapi. Kalo bisa besok jam 10 pagi, torang bahas bersama Ibu Ketua, Dr Alfin. Pastikan PD DIKTI aman. Tks. Harap perhatian dari para Calon Alumni terkait asal Bitung, Lembeh dan sekitarnya”.

Terhadap tanggapan Kumenaung ini, Ngenget kembali mempertanyakan apa sesungguhnya wewenang Profesor Kumenaung itu di Stisip Merdeka Manado.

Apa sesungguhnya wewenang dari Prof Anderson Kumenaung itu di Stisip? Bukankah beliau itu terdata sebagai dosen di Unsrat? Apakah beliau itu tahu kalau konflik di Stisip itu bukan disebabkan oleh masalah seperti yang dia sebutkan. Tidak ada praktek Komersialisasi Pendidikan Tinggi yang dilakukan oleh Pimpinan Stisip Merdeka masa bakti 2016-2020. Justru kami adalah korban dari praktek pengambilalihan wewenang yang dilakukan secara sepihak oleh Yayasan, yang sudah ditumpangi dengan kepentingan individu dari Ewald Frederik, suami dari Ketua Yayasan dan anak dari Pembina Yayasan. Dia perlu tahu itu. Justru dia dan Prof Welly Areros-lah yang dimanfaatkan oleh Prof Frederik dan adiknya. Jadi dialah yang harusnya segra sadar dan bertobat, tutur Ngenget.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here