Ini klarifikasi Kapitalau Tanaki. Simak hasil wawancara dan buktinya disini

0
280
Kapitalau Tanaki bersama perangkat kampung

TANAKI-SIBARSEL|| Setelah kurang lebih dua pekan usaha untuk menemui Kapitalau (Kepala Desa) Kampung Tanaki Kecamatan Siau Barat Selatan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), akhirnya beliau berhasil ditemui oleh kru kompaq.id di rumahnya di Kampung Tanaki pada Senin, 24/6/2019.

Berikut hasil wawancara reporter Cendri Horonis dengan FP:

Kompaq: Bagaimana klarifikasi Anda terkait dengan dugaan penjualan beras miskin (raskin)?

FP: Soal raskin ini, penerima mo tandatangan dulu penerimaan itu. Dan penerimaan itu bukan di hadapan kapitalau. Petugas dari Depsos. Jadi dorang bertandatangan, berdasarkan dokumen. Setelah dorang bertandatangan baru diberikan beras. Ada depe dokumen pa dorang. Bukan kepada kapitalau. Sampai ini tidak ada dari masyarakat mengatakan bahwa mereka tidak menerima beras raskin. Jadi mulai dari proses bafoto sampe tandatangan baru dorang terima beras. Kalau saya yang jual, paling ada yang berteriak (protes) eh, kenapa kita nda terima beras?

Kompaq: Apakah ada data dari penerima bantuan itu?

FP: Ada pak! (menyodorkan bukti penerima). Ada juga foto waktu musrembang.

Kompaq: Bagaimana dengan laporan mengenai pengadaan bibit pala?

FP: Oh yang terjual ke Bitung?

Kompaq: Iya

FP: Jadi karena bibit itu pala itu berada di tangan bapak AP. Baru bibit itu sudah tersalur ke penerima. sudah tersalur (seluruhnya) ke penerima.

Kompaq: Berapa orang penerima pak?

FP: Saya kurang tahu lagi depe data kalau berapa penerima itu.

………………seseorang menyela sambil memberitahukan datanya………….

Jadi baru-baru Tanaki dapat 900. Ini depe anu itu ada semua. Baru katanya di berita itu terjual ke Bitung, kita langsung cek. Yang terjual ke Bitung itu, kita pe bibit, kita yang bekeng. Baru kita pe bibit kita yang minta, karena sudara di Bitung mominta untuk ditanam. Bukan dijual. Sehingga terjadi persoalan disitu. Makanya itu…. Karna tidak boleh tidak bibit khan ada di tangan anda. Nah, setelah mungkin satu bulan dari situ, barang ini sudah tersalur, ngana bawa bibit pala ke Bitung. Jadi tidak boleh tidak ada prasangka masyarakat, itu bibit pertanian. Tetapi bibit itu bukan bibit pertanian karna bibit itu sudah tersalur habis, baru ada depe bibit marthin….kasapa itu pe bibit. Nah dorang itu bersaudara. Sehingga dibawah ke bitung depe sudara momenta.karena ada beli tanah disana, dorang motanam. Jadi bukan mojual disitu tetapi bibit itu dibawa ke depe sudara untuk ditanam.

Kompaq: Ada satu lagi pak, menyangkut pengadaan meteran yang katanya ada rumah yang sudah beton, yang sudah bertehel lalu dipasang bantuan. Itu bagaimana?

FP: Jadi pemasangan lampu gratis itu semua semua itu berdasarkan anu. Sama deng ini. Sementara proses pemasangan, merontak, memake kepada kapitalau….

Kompaq: Apakah pengadaan itu diganti atau bagaimana pak?

FP: Diganti. Kita langsung ganti. Karena kita pangge sudah beberapa kali disini untuk merontak. Kita langsung berikan waktu. Kita bilang, ungke polo, barenti. Dia ulangi lagi. Jadi kalau masyarakat sudah tidak mau dengar kepada pemerintah, apalagi pemerintah? Kita bilang sedangkan kamu so nda mo dengar apalagi kita!

Kompaq: Masyarakat yang diganti nama penerima itu berapa orang pak?

FP: Cuma satu.

Kompaq: Pak, apakah ada data penerima meteran gratis itu?

FP: Di bendahara itu ada semua. Lima puluh unit. Baru penerima katinting itu, tiga puluh tiga semua ada disana.

Kompaq: Iya pak, sudah, terimakasih.

Berikut ini adalah bukti-bukti yang menguatkan semua keterangan dari Kapitalau FP.

Bukti Penerima Raskin
Bukti adanya mesin handtraktor
Bukti lain penerima bantuan
Bukti lain penerima bantuan

    

     

 

Penulis: Dirno Kaghoo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here