Jimmy R Tindi, Aktivis dan Pegiat Masalah Sosial Politik Dari Kabupaten Talaud. Mencalonkan diri menjadi Caleg Provinsi Sulut Dari Dapil 3 Nusa Utara.

KOMPAQ.ID. MELONGUANE. Siapa yang tak kenal Jimmy Tindi? Aktivis paling getol melawan segala bentuk dan praktik ketidakadilan sosial di Sulawesi Utara. Perawakannya yang kecil tidak membuat nyali pria Talaud ini mengempis dalam gerakan perlawanan terhadap penderitaan rakyat yang dibelanya. Orang ini tidak takut gagal. Tapi dia mengaku tidak pernah merasa gagal.

Jimmy adalah seorang petarung bagi masyarakat yang memperjuangkan hak agraria. Badai yang dihadapinya bukan sekadar tiupan taufan di perbatasan Philipina Selatan – Talaud, yang datangnya kerap dapat diduga. Ia pahlawan bagi mereka yang tertindas oleh masalah lingkungan hidup. Telah banyak pengorbanan yang diberikannya sebagai sumbangsih bagi rakyat yang tertindas.

Perjuangannya di kancah aktivis sebagai “suara rakyat” seperti belum memuaskan harapannya untuk mengubah tatanan dalam kehidupan sosial masyarakat yang dicintainya. Karena itu, ia banting kemudi ke dunia politik.

Jimmy Tindi “Sang Pemberontak” itu sudah pernah mencalonkan dirinya dalam perebutan kursi DPRD Kota Manado. Ia belum terpilih. Pada Pemilu 2019 Jimmy mencalonkan dirinya sebagai Caleg Dapil 3 untuk perebutan 5 kursi parlemen Provinsi Sulut. Uniknya, ia selalu mengusung tagline kampanye: “Aku Tak Ingin Menang, Aku Hanya Ingin Benar”

Caleg Hanura ini benar-benar bicara tentang tujuan. Yaitu dia ingin rakyat diatur dengan benar. Kemenangan dalam Pileg bukan segalanya bagi dia. Karena dia memang seorang pemenang. Bukan seorang pecundang bagi rakyat.

Entah karena dia orang Pulau, maka prinsip hidupnya yang sering terbaca dari hasil pemikirannya selalu bertalian dengan gejolak iklim bernuansa laut.

Berikut ini sederet pemikirannya yang diurai seperti kalimat berikut:

Setelah Badai, “Berkali-kali aku telah membuat perbandingan antara keluhuran pengorbanan dan kebahagiaan, pemberontakan, untuk temukan mana yang lebih luhur dan lebih indah, namun hingga kini aku telah terpaku hanya pada suatu kebenaran dalam seluruh persoalan itu, dan kebenaran itu ialah KESETIAAN, yang membuat seluruh perilaku kita jadi indah dan terhormat”

“Ketenangan jiwa ada dalam diri mereka yang selalu berjuang di jalan kebenaran saat meraih sukses. Namun kegelisahan batin akan terus tinggal dalam hati orang yang mendapatkan kesuksesan dgn kecurangan dan kebohongan”. (Iman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here