Kampung Mala itu bersih. Halua Kenari andalannya

0
167

MALA-TABUT|| Kapitalau Desa Mala Kecamatan Tabukan Utara, Sangihe, Hutman Masala bersama perangkat Desa, Kamis, 11 Juli 2019 terlihat sedang melaksanakan kerja bakti pembersihan dan pengecatan gedung kantor kapitalau.

Hutman mengatakan bahwa awalnya mereka hanya akan melakukan kerja bakti terkait persiapan acara “halal bi halal” Desa Mala. Namum melihat keadaan warna cat kantor desa juga sudah agak pudar, kamipun memutuskan melakukan kerja bakti sekalian dalam rangka persiapan menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus nanti.

“Kerja bakti ini menjadi bagian dari program pemerintah dalam menjaga kebersihan desa dimulai dari kantor desa” kata Hutman.

Desa Mala sudah berdiri sejak Tahun 1935 namun pada saat itu masih tergabung dalam satu wilayah dengan Desa Kalekube. Tapi setelah Desa Mala berdiri sendiri, S.H.B Tatali dipercayakan sebagai “Kapitalaung” pertama yang memerintah sampai Tahun 1965.

S.H.B Tatali sebelum menjadi Kapitalaung, lebih dulu menjabat sebagai Sekretaris Desa semasa Desa Mala masih dalam satu pemerintahan dengan Desa Kalekube. Sejak berdiri sendiri Desa Mala sudah dipimpin oleh enam orang. Ini runutannya;

1. S.H.B Tatali (1935-1965)
2. G. Malomis (1965-1966)
3. S.H.B Tatali (1966-1968)
4. H.T Sandala (1968-1994)
5. D.H Ruben (1994-2005)
6. L. Manossoh (2005-2013)
7. H. Masala (2013-sekarang)

Masa jabatan Hutman Masala akan berakhir pada tahun 2020. Ia bakal mencalonkan diri lagi dalam pemilihan kepala desa pada tahun 2020 mendatang.

Karir Hutman Masala dalam Pemerintahan Desanya dimulai sebagai Kepala Lindongan 1 tahun 2009. Lalu pernah menjadi Pelaksana Tugas Sementara (PLT) Kapitalau diawal Tahun 2013.

Beliau mengatakan sesungguhnya dia sudah terlibat dalam urusan pemerintahan di Desa Mala sejak Tahun 1997 dan itu sebelum adanya Anggaran Dana Desa.

Desa Mala saat ini sudah mulai bergerak dalam membangun desa melalui BUMDes. Halua Kenari menjadi salah satu produk unggulan yang akan dipasarkan, karena di desa ini banyak memiliki pohon kenari.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here