Kampung Petta Barat dalam kepemimpinan Siti Sjarah Gabriel

0
208
Kantor Kampung Petta Barat Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe

PETTA BARAT-TABUT|| Desa Petta Barat juga merupakan Desa Hasil pemekaran dari Petta Induk pada tahun 2006. Meskipun sebagai Desa hasil pemekaran, Desa Petta Barat dibawah kepemimpinan wanita tangguh, Ibu Siti Sjarah Gabriel terus berbenah menjadi desa maju dan mandiri.

Kepedulian pemerintah desa kepada masyarakat didesanya untuk bisa mandiri menjadi tolak ukur kesuksesan dan kinerja mereka. Melalui dana desa, program pemberdayaan masyarakat menjadi kegiatan prioritas guna mendongkrak perekonomian sampai kepada taraf hidup masyarakat desa itu sendiri.

Siti Sjarah Gabriel selaku kepala desa Petta Barat, saat ini sudah membentuk beberapa kelompok usaha didesanya. Adapun kelompok usaha tersebut dibagi berdasarkan kemampuan/keahlian mereka masing-masing.

  • Kelompok Pembuat Sagu yang didalamnya beranggotakan 10 orang dengan rentang usia pekerja 30-50 Tahun.
  • Kelompok Pembuat Kue Kering/Basah yang beranggotakan 5 orang ibu-ibu dengan usia 20-40 tahun.
  • Kelompok Tukang, 5 Orang pekerja dengan usia 30-40 tahun.
  • Kelompok Nelayan, 3 orang dengan usia 30-40 tahun.
  • Kelompok Bengkel, beranggotakan 4 orang anak muda rentang 20-30 Tahun.

Bantuan dari pemerintah desa kepada beberapa kelompok usaha ini menjadi motivasi dalam mengembangkan kemampuan mereka guna meningkatkan kualitas hidup.
Bahkan pada anggaran dana desa tahap 2, Kades Petta Barat merencanakan pemberdayaan untuk para Lansia (lanjut usia) dengan pemberdayaan usaha kecil menengah seperti menjual sembako.

“Lansia yg sudah tidak bisa melakukan pekerjaan berat, kami bantu mereka dgn cara memfasilitasi mereka utk berjualan sembako supaya mereka bisa duduk saja sambil menunggu pembeli yang datang” kata Kades Siti sambil mengelus dadanya.

Kapitalau (Wawulao) Kampung Petta Barat

Sungguh tinggi kepedulian dari pemerintah Desa Petta Barat Kepada masyarakat nya, nyatanya tahun lalu bantuan Jambanisasi terealisasi sebanyak 12 paket untuk 12 Keluarga akan ditambah lagi pada Tahun 2019 sebanyak 20 paket untuk 20 keluarga yang belum mendapatkan bantuan Jambanisasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak pada lingkungan serta menjalankan program STOP BABS (Buang Air Besar di Sungai).

Luas wilayah Desa Petta Barat kurang lebih 23 hektar dan Penduduknya 809 jiwa dengan jenis pekerjaan penduduk yg tercatat sampai saat ini sebagai berikut;

1. PNS 21 orang
2. MRT 168 orang
3. Honorer 11 Orang
4. Swasta 54 Orang
5. TNI/Polri 9 Orang
6. Petani 18 orang
7. Sopir 2 orang
8. Nelayan 15 orang
9. Tukang bangunan 15 orang
10. Pekerja Buruh 98 orang.

Desa Petta Barat cukup beruntung dari segi pembagian wilayah karena memiliki daerah bakau yang cukup luas yang dapat dikembangkan sebagai potensi unggulan desa kedepannya.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here