Kantor Desa Lengang, Informasi Tersumbat, Oknum Wartawan Dipergoki Warga

0
716

MAHANGETANG||Dari hasil pemantauan terhadap aktivitas pemerintahan di Kampung Mahengetang Kecamatan Tatoareng selama dua pekan terakhir, reporter Kompaq melihat tidak ada pergerakan dari pihak Pemerintah Desa untuk melaksanakan salah satu agenda pemerintahan yang krusial yakni mensosialisasikan pemilihan anggota MTK kepada masyarakat umum.

Ketika hal ini dikonfirmasikan ke beberapa calon-calon anggota MTK yang tidak mau disebutkan namanya, dikatakan mereka masih menunggu pemberitahuan dari pihak pemerintah desa.

Namun dijelaskan bahwa tahapan-tahapannya sudah dimulai dari tanggal 5-8 Februari 2020. Itu seharusnya tahapan sosialisasi ke masyarakat. Beberapa calon-calon tersebut kaget dan heran kenapa sampai sekarang tidak ada pemberitahuan dari Kapitalaung kepada masyarakat.

Kapitalaung Herdyanto Lahope saat ditanyai langsung, beliau mengatakan baru mendapat informasi pada saat mengikuti Musrembang Kecamatan Tatoareng pada 13/2/2020.

Apakah benar Kapitalaung Herdyanto Lahope, tidak mengetahui hal ini sebelumnya? Ataukah selama ini tidak ada pemberitahuan ke kapitalaung-kapitalaung lain yang ada di Kecamatan Tatoareng?

Terpisah, mantan Kapitalaung Pulau Para, Richad Hamel (57), dalam perjalanan di perahu taksi dari Tahuna ke Mahangetang, Rabu, 12 Februari 2020, beliau dari beberapa waktu lalu telah menyampaikan ke masyarakat Pulau Para, baik lewat media maupun secara langsung melalui sosialisasi ke masyarakat.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Camat Tatoareng, Nersal Tumbale S.Sos (46) saat dihubungi via telapon. Tumbale mengatakan, hal ini sudah disampaikan ke Kapitalaung se Kecamatan Tatoareng beberapa waktu yang lalu. Camat mengira kampung Mahengetang sudah aman (tahu).

“Saya kira Mahangetang sudah aman (tahu). Nanti akan saya telepon Kapitalaung Kampung Mahengetang agar segera diberitahukan ke masyarakat”, kata Tumbale.

Tampaknya beberapa bakal calon anggota MTK bingung, entah dari mana mereka bisa mendapatkan formulir pendaftaran. Kapitalaung mengatakan nanti hari Jumat, 14/2/2020 baru ke Tahuna mengambil formulir tersebut. Sedangkan mulai tanggal 13/2/2020, bakal calon sudah harus memasukan berkas.

Menurut keterangan Camat, formulir pendaftaran sudah diberikan ke masing-masing Kapitalaung se Kecamatan Tatoareng, pada saat kegiatan Musrembang Kecamatan, Kamis, 13/2/2020.

Akibat tersumbatnya informasi ini, masyarakat banyak mengeluhkan soal keterbukaan informasi dari Pemerintah Kampung. Baik dari proses jalannya pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pengeloaan Dana Desa.

Demikian pula dengan kegiatan Tulude. Masyarakat sampai saat ini menunggu informasi jelas, entah kapan acara adat tahunan itu dilaksanakan di Kampung Mahengetang.
Menurut Sekdes, Yeti Lahope (38) dirinya tidak mengetahui secara pasti, karena sampai sekarang tidak ada koordinasi dengan Kapitalaung Herdyanto Lahope.

“Jangankan acara Tulude, Kegiatan Musrembang di kecamatan saja, Kapitalaung tidak memberikan informasi ke aparat Kampung lainnya. Sejauh ini tidak pernah ada rapat di Kantor desa. Kantor selalu lengang. Kalaupun ada usulan, itu berarti kebijakan dan keputusan kapitalaung semata, tanpa melibatkan aparat kampung lainnya dan masyarakat pada umumnya’’, terang Yeti.

Beredar informasi bahwa Kapitalaung telah menunjuk Abner Menanggel (46), bertindak selaku Ketua Panitia Pemilihan MTK. Ketika ditemui Senin, 17/2/2020 sekitar Pukul 18.00 wita di kediamannya di Lindongan 1, Menanggel mengiyakan bahwa dirinya ditunjuk oleh Kapitalaung Lahope secara langsung.

“Opla minta tolong bantu akang”, ujar Menanggel.

Menurut Camat Tatoareng, Nersal Tumbale S.Sos (46) melalui teleponnya, bahwa sebetulnya sesuai dengan aturan seharusnya 3 orang dari unsur Pemerintah Kampung yang menjadi Pimpinan atau Ketua dalam Pemilihan calon Anggota MTK tersebut. Kemudian 8 orang dari unsur masyarakat sebagai anggota panitia.

Tapi pelaksanaannya berbeda dengan isi aturan. Kapitalaung Lahope secara sepihak menunjuk Abner Menanggel yang adalah warga Lindongan 1, bukan unsur pemerintah kampung.

Berdasarkan hasil investigasi Kompaq di lapangan, tidak ada pengumunan secara tertulis baik di Kantor Desa, maupun di tempat-tempat yang bisa memberikan akses informasi ke masyarakat berkaitan dengan pemilihan calon anggota MTK ini, kecuali lewat pengumuman yang disampaikan oleh Kepala Lindongan 1 yang juga merangkap fungsi selaku Ketua Jemaat, Abner Menanggel, melalui ibadah di gereja GMIST Getsemani Mahengetang, Minggu, 16/2/2020 lalu.

Soal kantor lengang bak gudang, disaksikan oleh Ibu Youke yang rumahnya di depan Kantor Desa. Menurut Youke, Kantor Desa sering tidak dibuka berbulan-bulan. Kapitalau jarang datang. Dirinya berharap agar pemerintah daerah menegur kapitalau. Reporter yang bertugas melakukan investigasi sudah pernah melaporkan kondisi ini kepada Wakil Bupati, Helmud Hontong via WA. Tapi hingga kini belum direspon. Redaksi Kompaq juga sudah pernah mencoba mengkomunikasikan keadaan ini melalui WhatsApp dan meminta kepada Bupati Jabes Ezar Gaghana, SE agar melakukan pembinaan kepada Kapitalau, namun belum direspon. (Lihat videonya di link ini: https://youtu.be/O6uuBnx3etA).

Reporter kompaq kembali berupaya mendatangi kediaman Kapitalaung. Lagi-lagi beliau tidak berada di rumahnya, sejak Minggu, 16/2/2020 lalu. Menurut Kepala Lindongan 1, Michel Hontong (34), yang kebetulan rumahnya berseblahan dengan Kapitalaung Lahope, ia menceritakan bahwa sejak hari minggu itu, Kapitalaung meninggalkan rumahnya bersama isteri-anaknya dan seorang yang dikenalinya selama ini berprofesi sebagai wartawan (berinisial AG). Mereka sama-sama berangkat ke Tahuna hari minggu itu.

Reporter Kompaq mencocokkan foto sosok wartawan (AG) kepada Hontong dan diidentifikasinya sebagai orang yang dilihatnya. AG sendiri sebelumnya dalam argumentasinya di Medsos mengklaim dirinya sebagai wartawan yang telah menyandang sertifikasi dari Dewan Pers, sehingga merasa berkompeten memberikan penilaian terhadap laporan yang dibuat wartawan kompaq berkaitan dengan berita tentang dugaan korupsi yang dilakukan Opla Mahangetang, dinilainya telah menyalahi etika jurnalisme. Dan AG akan memproses hukum wartawan kompaq yang membuat laporan dugaan korupsi Dana Desa. Namun hingga dalam waktu lebih dari sepekan, sementara proses investigasi ini berlangsung, AG mala tepergok bersama Kapitalau Mahangetang.

Berikut ini adalah tahapan dalam proses Pemilihan Anggota MTK berdasarkan surat Edaran No: 100/26/429 Kepada: Camat, Kapitalaung, Pejabat Kapitalaung se Kab, Kepulauan Sangihe, tentang Panduan Pelaksanaan Pemilihan Majelis Tua-tua Kampung: (1) Tanggal 5 – 8 Februari 2020, Pemerintah Kampung mengsosialisasikan perihal Pemilihan Anggota MTK selama 3 hari kepada masyarakat. (2) Tanggal 10 – 11 Februari 2020, Kapitalaung membentuk panitia Pemilihan MTK berjumlah 11 orang. Dari unsur Perangkat kampung 3 orang dan unsur masyarakat 8 orang. (3) Tanggal 12 Februari 2020, Musyawarah Panitia Pemilihan untuk persiapan, tahapan dan penetapan mekanisme pemilihan. (4) Tanggal 13 – 22 Februari 2020, Penjaringan Bakal Calon anggota MTK oleh Panitia sekaligus pemutahiran data pemilih oleh Panitia. (5) Tanggal 24 – 26 Februari 2020, Penetapan Bakal Calon dan Wajib Pilih.

Kompaq akan terus melakukan penelusuran lebih mendalam terkait penyebab dan latar belakang dari Kapitalaung Mahangetang melakukan serangkaian tindakan membahayakan tatanan pemerintahan desa ini. Sekaligus berusaha untuk mengungkap alasan apa dibalik pertemuan AG dengan Kapitalau dan alasan apa dari Bupati dan Wakil Bupati belum merespon laporan media. Peran media dalam mengontrol jalannya pemerintahan telah dilakukan dan diteruskan kepada pihak yang mempunyai wewenang. Kiranya kasus ini tidak mengalami pembiaran. (Etry Hun Tiala).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here