Kapitalau dan perangkatnya bahu membahu membangun Bahu, kampung mereka

0
163

BAHU-TABUT|| Warga Kampung Bahu Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe kini dipermuda dalam aktivitas ekonomi, khususnya dalam memperoleh berbagai keperluan rumah tangga dan keperluan lain. Pasalnya telah hadir Badan Usaha Milik Desa yang menyediakan seluruh keperluan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Demikian kata Roby Laola, sekretaris Kampung saat dihubungi Kamis 11 Juli 2019 pukul 11.05 Wita.

BUMDes itu diberi nama “Tampungang Lawo” yang berarti penampungan besar. Lokasinya berdekatan dengan kantor desa.

Sementara Kepala Desa, Amir M. Hapantenda, saat ditemui beliau sedang membantu pekerjaan pembangunan pelebaran kantor desa mereka.

Pemerintah Desa Bahu memang cukup pandai dalam membagi waktu dan pekerjaan. Kepala Desa dan sebagian perangkat terlihat bahu membahu membangun desa mereka. Sekretaris Desa dan perangkat lainnya tetap standby melaksanakan pekerjaan kantor. Sungguh tampak harmonis suasana kantor dengan melihat kerjasama mereka.

“Hal seperti ini hanya bisa didapatkan dari rasa saling percaya yang tinggi antara Kepala Desa dan perangkatnya, kata Amir.

Kapitalaung ketika diwawancarai terkait pekerjaan yang mengharuskan dia turun tangan untuk membantu mengatakan;

“Keterlibatan Kepala Desa dalam Pekerjaan pembangunan seperti ini sangatlah penting guna mendorong percepatan pekerjaan. Kalo tidak diawasi nanti pekerjaan akan lebih lama selesai” kata Kades menambahkan.

Menurut Sejarahnya Desa Bahu terbentuk awal oleh Petani yang berasal dari Desa Talawid. Bakary Sulung datang untuk berkebun disatu lokasi perbukitan baru diwilayah tersebut; sampai akhirnya lahan perkebunan itu hancur karena lahar yang dihasilkan oleh letusan gunung api “Awu” pada Tahun 1892; sehingga mengharuskan untuk membuka lahan baru lagi untuk berkebun.

Dari kejadian itulah nama Desa Bahu muncul, Kata Bahu berasal dari kata “Buhu” (baru) yang dapat diartikan sebagai desa yang baru dibentuk/berdiri setelah peristiwa letusan gunung berapi.

Sistem Pemerintahan di Desa Bahu baru berdiri Tahun 1915. Sebelumnya masih tergabung dalam pemerintahan bersama Desa Kalasuge. Tahun 1915, Kapandalang Hapantenda diangkat sebagai “Kapitalaung” pertama Desa Bahu oleh Raja David Sarapil (Raja Tabukan).

Sampai saat ini sudah beberapa pemimpin Desa yang tercatat dalam catatan sejarah Pemerintahan Desa Bahu. Ini nama-namanya:

1. Kapandalang Hapantenda (1915-1928)
2. Junus Tampilang (1928-1941)
3. Mubin S. Tompoh (1941-1946)
4. Kapandalang Hapantenda (1946-1948)
5. Sarata Tempongbuka (1948-1951)
6. Umar S. Mahadin (1951-1953)
7. Sarata Tempongbuka (1953-1960)
8. Abdullah Mahadin (1960) PJS
9. Hasim Palingkubung (1960-1964)
10. Mahmud Y. Tompoh (1964-1968)
11. Said Lantemona (1968-1971)
12. Shidik Maniku (1971-1982)
13. Kedrik Sahmudin (1982-2002)
14. Sumarno Maniku (2002-2016)
15. Hamdan Damal (2016-2017) PJS
16. Rumeo Humune (2017-2019) PJS
17. Amir M. Hapantenda (2019-2024)

Desa Bahu memiliki luas kurang lebih 1070 Hektar dengan jumlah penduduk lebih dari 1000 jiwa yang tersebar di empat lindongan. Saat sektor pertanian jadi unggulan dari Desa Bahu karena wilayah sebesar 700 Hektar di desa ini adalah area pertanian.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here