Kapitalau Moade kemukakan sejumlah kendala pada Dana Desa

0
178

MOADE-TABUT|| Moade adalah sebuah Kampung di wilayah administrasi Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pemerintahan Kampung Moade kini sedang dipimpin oleh Kapitalau Sidik Salamate. Pada Selasa, 25 Juni lalu saat ditemui di kantor desa usai melaksanakan rapat dengan perangkat kampung, Salamate memperkenalkan diri dan pengalamannya.

“Sebelum menjadi kapitalaung, sebelumnya saya mengabdi selaku Kepala Lindongan. Ketika sekretaris kampung pensiun dari PNS, saya kemudian menjabat selaku sekretaris. Ketika saya menjabat sekretaris, belum beberapa lama Kapitalaung Moade mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Sehingga pak Camat mendelagasikan saya menggantikan almarhum sebagai Kapitalaung sampai pada terselenggaranya agenda pemilihan kapitalaung yang baru”, tuturnya.

Sidik Salamate melanjutkan pembangunan dengan anggaran dana desa tahap 3 untuk tahun anggaran 2018. Dari Dana Desa itu ia membangun jalan setapak, jembatan-jembatan penghubung dan PUSTU. Pembangunan yang dikerjakannya tidak hanya pembangunan fisik saja. Beliau juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.

Para petani sangat membutuhkan bantuan berupa pupuk, bibit tanaman dan obat pembasmi hama. Rumah ibadah juga butuh bantuan. Tercatat saat ini ada 3 rumah warga yang memang sudah tidak layak huni, dibangun kembali oleh Kades dengan anggaran dana desa. Bahkan bantuan listrikpun diberikan bagi masyarakat yang membutuhkan guna peningkatan taraf hidup mereka.

Pencairan Anggaran dana desa tahap 1 tahun 2019 sedikitt mengalami keterlambatan. Tapi Kades kali ini memprioritaskan operasional kantor dan jasa-jasa perangkat desa dan guru-guru PKK.

Kapitalaung Salamate mengemukakan kendala-kendala terkait dengan dana desa. Menurutnya tahapan-tahapan dalam pencairan dana desa janganlah terlalu ribet prosesnya. Bahkan ada peraturan-peraturan awal yang belum bisa dipahami, sudah muncul lagi yang baru.

“Untuk proses pengawasan kami tidak kuatir, silahkan awasi 1×24 jam. Tidak masalah, tapi pada proses tahapan pencairan kalo boleh lebih dipermudah”. tutup Kades.

Desa Moade berdasarkan sejarahnya dahulu kala berada dalam lingkup wilayah Desa Utaurano dan Desa Beha. Moade adalah lindongan 5, Tolendano dan sebagian Lindongan 1 Hegi. Pada abad ke-18 dataran rendah yang diapit oleh Sungai Utaurano dan Sungai Kaembatu, di tempat pertemuan kedua sungai itu menghasilkan tumpukan bebatuan, pasir serta lumpur yang dibawah oleh kedua sungai dan menjadi pagar membentuk seperti empang.

Lama kelamaan menjadi danau. Bagian hulu danau itu dinamakan Utaurano. Sedangkan bagian hilir dinamakan Tolendano. Bagian yang kering di sekitar Tolendano dinamakan Moade.

Desa Moade terbentuk setelah pemekaran di Tahun 2006, saat itu Kapitalaung yg dipercayakan ialah Busrah Mangalaeng. Wilayah kampung Moade sebelah Utara berbatasan dengan Desa Beha. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Raku. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Raku. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Utaurano.

Luas Desa Moade (-+) 555 hektar yang terbagi atas 20% sebagai pemukiman warga, 60% sebagai lahan pertanian untuk tanaman holtikuktura berupa kelapa, pala, cengkih, sagu dan lainnya. 20% sisanya masih lahan kosong. Mayoritas penduduk di 3 lindongan beragama Islam dengan 2 buah Masjid.

Penulis: Densy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here