Kepala Desa Bahu memimpin pekerjaan pembangunan meski tanpa ADD

0
443

BAHU-TABUKAN UTARA|| Sekitar Pukul 14.00 wita terik matahari mulai meredah. Saya pikir inilah saat yang tepat untuk mewawancarai Kapitalau Desa Bahu Kecamatan Tabukan Utara. Dugaanku, beliau baru saja selesai makan siang dan kembali bekerja di Kantornya menggunakan uniform khas Kepala Desa.

Sepeda motor yang kunaikipun melesat kesana. Di Kantor desa tampak lengang. Beberapa staf saja terlihat sedang fokus pada pekerjaan mereka. Kuhampiri dengan santun seorang staf untuk menanyakan keberadaan pimpinannya.

“Bapak Kapitalaung sedang bekerja bersama masyarakat membangun Balai Desa, pak” kata seorang staf dengan memberi sedikit petunjuk lokasi agar saya bisa menemui langsung pimpinannya.

Saya pun meluncur kesana masih dengan harapan si Opla (Opo Lao: sebutan warga untuk menyebut Kapitalaung/Kepala Desa) dapat ditemui dengan pakaian dinasnya.

Tibalah disana hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Tidak satupun dari warga yang bekerja disitu tampak seperti yang dibenak saya. Secara kebetulan disitu ada seseorang yang saya kenal. Dia adalah Om saya. Kebetulan juga Om Roby bertugas sebagai Sekretaris di Desa Bahu. Maka saya pun bertanya spontan mengenai keberadaan bosnya. Om saya menunjuk orangnya.

Saya tidak menyangka. Unik dan amat jarang ditemui seorang pejabat mau turun langsung dalam pekerjaan meskipun pekerjaan ini bukanlah porsinya sebagai kepala desa. Pikirku, mestinya Kepala Desa dalam pembangunan balai desa ini cukup memberi motivasi bagi semua perangkat desa. Cukup aja memberi komando kepada kepala-kepala Lindongan (dusun) untuk turun-tangan membantu pekerjaan tersebut.

Menurut Om Roby “Kinerja Kepala Desa ini sudah teruji dan diketahui oleh seluruh warga desa. Beliau tampil seperti ini juga mendorong mereka untuk turun saling bahu-membahu membangun balai desa kampung Bahu”, katanya.

Saya akhirnya memutuskan untuk mewawancarainya meskipun dengan “pakaian kerja lapangan”. Orangnya sangat terbuka. Bahkan ia meminta maaf. “Mohon maaf karena sudah tidak dalam pakaian formal”, katanya merendah.

Materi wawancara kami seputar masalah Dana Desa (DD). Kapitalau mengakui DD saat ini mengalami keterlambatan. Keterlambatan ADD menjadi satu alasan bagi Opla dan para perangkat turun langsung mengerjakan proyek balai desa secara swadaya. Karena belum ada biaya untuk pembayaran tenaga kerja atau tukang. Itu sebabnya Opla berinisiatif melakukan pekerjaan ini karena merupakan tanggungjawabnya sebagai kepala desa.

“Sebelum menjadi kepala desa, saya memang sudah terbiasa bekerja seperti ini (tukang bangunan), jadi ketika ada hal-hal begini saya tidak kaku. Malahan bangga karena bisa turun langsung ke pekerjaan” kata Amir M. Hapantenda selaku Kepala Desa Bahu.

Betapa beruntungnya warga desa Bahu memiliki pemimpin dengan karakter pekerja keras yang dermawan seperti ini. Singkat cerita, hingga saat ini terpantau bahwa walaupun anggaran Dana Desa belum kunjung dicairkan, tetapi giat pembangunan desa terus berjalan berkat kerjasama yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here