Kritik Elit Soal DD & ADD Dinikmati Elit Desa, Itu Jelous!

0
165

KOMPAQ.ID||BAILANG|BUNAKEN|Sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo, haluan pembangunan berubah 180 derajat dari pendekatan sebelumnya yang terkesan mengabaikan pembangunan di tingkat desa. Jika dulu ada istilah pembangunan terkonsentrasi di Pusat dan mengabaikan Daerah, berujung lahirnya Otonomi Daerah. Kini, kita mengenal istilah baru yakni pembangunan dari pinggiran. Yang dimaksud pinggiran tentunya adalah kawasan pedesaan. Disana Kepala Desa adalah Kepala Pemerintahan, ujung tombak pembangunan.

Begitu bersemangatnya pemerintah pusat (eksekutif dan legislatif) merumuskan perangkat hukum penyelenggaraan model pembangunan yang baru tersebut. Terhitung sejak 2015 komposisi APBN berubah. Desa benar-benar mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN. Disamping itu masih ada sumber dana lainnya, yaitu Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD, dimana besarannya minimal 10% dari total DAU dan DBH.

Jumlah uang yang mengalir ke desa-desa sejak tahun 2015 terbilang fantastis, yaitu sebesar Rp 187 triliun dan terakumulasi menjadi 257 triliun hingga tahun 2018. Pada periode 2019-2024 seluruh kepala desa se Indonesia bakalan mengelola dana sebesar Rp  400 triliun. Artinya apa? Jelaslah ada hasil kerja yang luar biasa disana. Sehingga perlu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Menelisik ragam tanggapan tentang perkembangan Dana Desa dalam sorotan media massa dewasa ini, kita kerap menyimak kritik dari elit-elit di Jakarta. Pada umumnya menekankan analisis mereka bahwa yang diuntungkan dari DD dan ADD adalah elit-elit di desa. Padahal tingkat penyimpangan yang disebabkan oleh faktor korupsi Kepala Desa sejauh ini hanya 1% saja. Sebaliknya, coba kalian hitung berapa persen APBN dikorupsi oleh elit-elit di pusat sebelum uang negara itu dikelola oleh Kepala Desa dan masyarakat. Ini yang namanya “maling teriak maling”. Yang benar adalah para elit di pusat sedang jelous!

 

Penulis: Dirno Kaghoo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here