Kue Adat Tamo Dalam Perspektif Peraciknya

0
670

KOMPAQ.ID||SIAU| Tak banyak yang tahu, dibalik kemeriahan dan sakralnya acara adat Tulude, yang sejatinya dilangsungkan setiap tahun itu, ternyata memiliki nilai tersendiri bagi ibu Kristina Kanine. Wanita hebat satu ini dipercayakan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi peracik Kue Adat, Tamo.

Menurut Kristina, ini kali kedua dia dipercayakan Pemda untuk membuat kue Tamo sejak pertama kali 31 januari 2018 tahun kemarin. Saat ditanya prihal bahan dan rempah-rempah apa yang digunakan untuk pembuatan kue tersebut. Dengan senyum simpul dia memaparkan bahan dan rempah yang diperlukan untuk pembuatan kue, berupa beras pulo sebanyak 20 kg, beras biasa 3 kg, gula merah 20 kg, gula putih 7 kg, kayu manis 23 sendok serta minyak kelapa 3 galon.

Sepintas bahan di atas sama persis dengan bahan yang diperlukan untuk pembuatan kue dodol khas warga nusa utara. Hanya saja porsi jumlah bahan perkilonya agak besar.

Ibu Kristina Kanine Peracik Kue Adat Tamo di Sitaro

Pembuatan kue Tamo ini dilakukan turun temurun oleh keluarga ibu Kristina yang tercatat sebagai warga Kampung Beong Kecamatan Siau Tengah. Persiapan pembuatannya jauh hari sebelum acara yang sarat akan nilai adat dan budaya itu diselenggarakan. Pembuatannya punya syarat khusus bagi dia selaku pembuat kue.

“Pembuatan kue Tamo dilakukan 2 hari sebelum acara tulude. Waktu subuh sebelum pembuatan kue, saya berdoa meminta kepada yang kuasa atas perkenaannya dalam pembuatan Tamo. Selesai pembuatan kue Tamo ditiriskan minyaknya dengan cara tradisional.” terang Kristina.

Sementara itu pembuatan kue tersebut dihadiri oleh para hamba-hamba Tuhan serta pemangku adat untuk mendoakan kue sakral tersebut. (Igel).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here