Luar Biasa. Pembangunan Di Kelurahan Pandu Semua Swakelola

0
184

PANDU-BUNAKEN||Kelurahan Pandu merupakan salah satu dari 5 kelurahan dengan wilayah yang sangat luas, sekaligus merupakan kelurahan dengan penduduk terbesar di Kecamatan Bunaken. Kelurahan Pandu saat ini dipimpin oleh seorang perempuan, Ibu S.F. Wongkar. Dalam kepemimpinan Wongkar sejak 2017, Kelurahan Pandu mengalami kemajuan dalam bidang infrastruktur. Dengan memanfaatkan Dana Kelurahan meski tak sebanding dengan Dana Desa, Wongkar berhasil membangun hubungan harmonis dengan stakeholders di Kelurahan yang dipimpinnya.

Seluruh pembangunan yang dihadirkan di Kelurahan Pandu saat ini dikerjakan melalui pendekatan swakelola. Ia tidak ingin mengambil resiko menentang kehendak masyarakat Kelurahan Pandu. Menurut Wongkar, dengan pendekatan swakelola, masyarakat terlibat sejak dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pemeliharaan hasil pembangunan. Terkait Dana Kelirahan, Wongkar mengatakan dirinya sangat bersyukur karena Dana Kelurahan memberi manfaat besar dalam menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur yang diusulkkan oleh masyarakat sebagai skala prioritas.

“Saya bersyukur sekali dengan adanya Dana Kelurahan. Betapa tidak, kompleks pemukiman yang ditinggali penduduk oleh karena belum ada drainase sering banjir. Sekarang setelah dibangun dengan Dana Kelurahan, yang volumenya hanya 150 meter, tetapi oleh masyarakat sendiri mampu dibuat menjadi 210 meter dengan total anggaran Rp 174.300.000. Dari Dana Kelurahan juga dibangun Pos Kamling, meskipun belum rampung 100%, karena masih harus menunggu dana tahap kedua. Dengan jumlah dana kelurahan yang hanya segitunya, sementara usulan masyarakat ini banyak sekali, maka kami tidak bisa mencover seluruhnya. Harus dipilih mana yang urgen dan menjadi prioritas untuk dibangun” kata Wongkar.

Selain pembangunan drainase menggunakan anggaran Dana Kelurahan, menurut Yos Maitimu warga Kelurahan Pandu, di Kelurahannya juga terdapat pembangunan IPAL yang bersumber dari APBN dan disalurkan melalui PU Kota Manado.

“Proyek IPAL tersebut dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat Kelurahan Pandu yang tergabung dalam Badan Keswadayaan Masyarakat. Jadi bukan dikerjakan oleh pihak ketiga. Saat ini pembangunan IPAL sudah ditahap ketiga dari empat tahap yang direncanakan. Kami sedang merampungkan laporannya agar tahun depan proyek IPAL ini dapat diselesaikan dan sekligus juga diusulkan akan dibangun di lingkungan 8 Kelurahan Pandu, kata Yos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here