Mantan plt. Hukum Tua Desa Ponto Terseret Arus Dugaan Penyelewengan Dana Desa

0
115

PONTO – WORI || Mengakhiri masa jabatannya sebagai pelaksana tugas hukum tua Desa Ponto pada 31/07/2019, Wody Pangkey meninggalkan polemik dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Plt. hukum tua. Menurut penuturan warga Desa Ponto kepada awak media kompaq.id ada masalah yang terjadi selama pemerintahan Woddy Pangkey.

Berdasarkan laporan warga, awak media menelusuri kebenaran beritanya yakni dengan meminta konfirmasi kepada warga dan anggota BPD periode 2014-2019 serta mantan perangkat desa. Hasilnya, ada indikasi tindak pidana korupsi dan penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh Pangkey dalam kurun waktu 2 tahun di masa pemerintahannya.

Penyelewengan dana ini terkuak dalam bukti-bukti laporan serta perhitungan warga beserta BPD dan nilainya lumayan besar dalam ukuran seorang kepala desa. Perkiraan penyelewengan dana desa dan kerugian negara sejumlah Rp 244.976.443,-.
“Jumlah ini dikalkulasi dari semua kegiatan pada tahun anggaran 2018”, ungkap seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan.

Dari sekian item kegiatan yang mengunakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa baru sebagian kegiatan yang dilaksanakan. Menurut warga kejanggalan pengelolaan dana itu bisa dibuktikan dengan keberadaan fisik di lokasi kegiatan yang tidak sesuai dengan desain dan RAB.

“Ada sesuatu mengganjal yang terjadi dalam pencairan DD tersebut jika dilihat dari semua prosedur yang dilaksanakan hukum tua” ujar warga berinisial SS. “Kesalahan prosedur yang dilakukan oleh plt. hukum tua adalah rencana pelaksaan pekerjaan fisik dan nonfisik tahun anggaran 2018 baru dilaksanakan pada triwulan kedua tahun anggaran 2019” lanjutnya.

Saat ditanya oleh awak media Kompaq.id mengapa hingga ia berani mengatakan soal kejanggalan itu, SS mengatakan untuk keterangan itu nanti disampaikan didepan penyidik, jikalau persoalan ini akan diteruskan di ranah hukum.
“Kami sudah melaporkan penyelewengan ini ke ranah hukum dan semoga cepat diselesaikan karena ini sudah merugikan kami sebagai masyarakat Desa Ponto” ujar SS dan beberapa warga Desa Ponto.

Hingga berita ini diturunkan Woddy Pangkey tidak bisa ditemui dan tidak mau memberikan komentar saat dihubungi awak media Kompaq.id via telepon seluler.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here