Menelisik Kedalaman dan Ekspektasi Seorang Elians Bawole

0
323

KOMPAQ.ID||SITARO| Politisi Gerindra, Elians Bawole sosok yang tidak asing dalam kanca perpolitikan di Kabupaten Sitaro. Ia terpilh selama dua periode berturut turut. Dirinya merupakan politisi yang patut diperhitungkan dalam percaturan Pemilu 2019 April mendatang.

Jebolan S1 UNKLAB dan S2 di UI ini, sangat disukai kelompok milenial, termasuk kalangan mahasiswa semacam Persatuan Mahasiswa Tagulandang (PERMATA). Pria yang selalu tampil elegan itu, aktif mengurus sepak bola. Elians tercatat sebagai ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Sitaro.

“Olahraga yang satu ini banyak diminati kaum muda saat ini di Sitaro”, kata Elians saat diwawancarai Kompaq, Rabu, 6/3/2019.

Pada kapasitasnya sebagai wakil rakyat di Kabupaten Sitaro, Elians sangat menaruh perhatian pada bidang persepak-bolaan bersama pemerintah daerah. Melalui Diknas Pemuda dan Olahraga, ia  mengajukan ada anggaran untuk peningkatan infrastruktur Gedung Olah Raga (GOR) Mandolokang di Tagulandang.

Sosok apik itu punya sebutan lain, alias ASLI akronim dari “Aso Lian”.  Namanya tercatat pada lembaran Kertas Suara Nomor Urut 1 di Partai Gerindra di Dapil 3 Sitaro.

Sosok yang familiar ini saat bersua dengan awak media ini di sela-sela acara Rakor Caleg Partai Gerindra di Hotel Jakarta, Ulu Siau mengatakan pandangan politiknya. Dia sangat prihatin dengan keberadaan demokrasi saat ini. Elians menuturkkan bahwa banyak orang mencibir partai Gerindra yang menyerupai Organisasi Militer.

“Saya mau luruskan, bahwa Gerindra menerapkan disiplin pada kadernya. Seperti misalnya bangun pagi dan rajin berolahraga. Gerindra mengkaderisasikan sumberdaya manusianya untuk disiapkan jadi pemimpin berintegritas, mampu menjaga keutuhan Negara dan Pancasila sebagai dasar Negara”, Kata Elians.

Pandangannya mengenai dinamika perpolitikan dewasa ini, Elians menjelaskan bahwa dirinya sangat menolak praktik politik abius of power penekanan kekuasaan karena itu sangat merusak tatanan demokrasi. Praktik membodohi ,mengintimidasi, mengambil hak rakyat, memainkan segala macam bantuan bagi rakyat yang dilakukan bekerjasama dengan esekutif, artinya hak rakyat dimanipulasi.

Elians mengkritik elit politik di Parlemen Sitaro ang terkesan membodohi rakyat.

“Bagaimana mau dipilih dan dihormati rakyat, kalau selama ini tidak mampu menunjukkan kapasitas dan kapabiltas, tidak mengerti tupoksi sebagai wakil rakyat, berlindung lewat partai besar dengan cara mengintimidasi agar rakyat memilih dia, tidak tahu membuat kajian, apalagi mengkonsep surat (administrasi). Harusnya mereka malu, banyak partai politik merekrut kadernya di waktu last minute” tutupnya.

Elians Bawole adalah Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Partai Gerindra. Dirinya pernah gagal dalam pertarungan perebutan kepala daerah sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan calon bupati AA Maliogha.

Ayah dari seorang putrinya ini, tetap konsisten berpolitik tanpa menggunakan kekuatan uang. Semoga kedepan masyarakat di daerah pemilihan Tagulandang tidak salah memilih wakil rakyatnya, dan harus cerdas memilh pemimpinya, mampu menentukan pilihan pada Caleg yang berkualitas dan mau berjuang untuk kesejahtraan rakyat. (Herka).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here