Mengapa “Profesor FAK” Tidak Boleh Menguji Skripsi Di STISIP?

0
204

KOMPAQ.ID. MANADO. Tiga Serangkai Profesor FAK, demikian kalangan Senat Mahasiswa STISIP “menyematkan” nama dari tiga orang Profesor yang diketahui sebagai kolega dari Profesor Wulanmas Frederik, yaitu dua guru besar lainnya dari UNSRAT Manado, Profesor Welly Areros dan Profesor Anderson Kumenaung. Ketiga guru besar berlatar ilmu non sosiologi itu, akhir-akhir ini menjadi viral dalam diskusi-diskusi yang bertema Konflik Stisip Merdeka. Masalahnya, Profesor FAK dikabarkan bakal menjadi penguji bagi mahasiswa yang hendak ujian skripsi di STISIP Merdeka Manado. Hal itu dimungkinkan terjadi karena para pimpinan STISIP Masa Bakti 2016-2020 dipecat secara sepihak oleh Yayasan atas desakan dari salah satu anak kandung Pembina Yayasan, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua STISIP Merdeka Periode 2007-2016, A.D. Ewald Frederik.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STISIP Merdeka, Drs Eddy Ngenget via ponselnya (11/9) mengatakan adalah suatu kesalahan fatal bagi Yayasan yang “menyeret” Profesor FAK kedalam Konflik Internal Kelembagaan Yayasan Vs STISIP. Menurut Ngenget, Profesor FAK tidak boleh menguji Skripsi di STISIP. Apa alasannya?

Sekurang-kurangnya ada dua alasan krusial, pertama: disilpin ilmu dari Profesor FAK tidak linier dengan ilmu sosiologi, dan kedua, yang paling fatal: Profesor FAK tidak pernah terdaftar di Pangkalan Data STISIP Merdeka Manado, baik sebagai Pengajar maupun sebagai Penguji. Untuk bisa menguji mahasiswa secara formal adalah 6 dosen yang nama mereka tertera dalam Pangkalan Data. Pangkalan Data itu dapat diakses oleh seluruh instansi formal pemerintah dari Kopertis sampai Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, kata Ngenget.

Wakil Ketua Bidang Akademik ini menyesalkan sikap Yayasan yang dapat dikendalikan oleh satu orang oknum dengan ambisi berkuasa yang begitu tinggi, sehingga implikasinya harus membias ke semua orang yang tidak bersalah. Sayang sekali, mereka orang-orang pintar yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan satu orang yang mengorbankan orang lain, imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here