Mengenal Desa Bebu dari sejarah pemerintahan para Kapiten Laut

0
308
BEBU-TAMAKO||Kapiten Laut (Kapten Laut) pertama yang memerintah di Deda adalah S. Masuara yang memerintah dari tahun 1840 – 1852 dan digantikan oleh P. Sahambangung yang menjabat Kapten Laut dari tahun 1852-1866. Sahambangung memerintah selama 14 tahun dan pada masa pemerintahannya nama Deda diubah menjadi Bebu. Pada tahun 1866 Sahambangung meninggal dunia.
Boas Mohonan memegang tampuk pemerintahanmenggantikan pendahulunya dengan didampingi oleh seorang juru tulis yang bernama Yosias Lombongadil. Di masa pemerintahannya Desa Bebu dibagi menjadi empat (4) lindongan yaitu: Lindongan I adalah Panguang, Lindongan II adalah Bio, Lindongan III adalah Maļa, Lindongan IV adalah Makaļekuhe.
Setelah sekian lama memerintah, Boas Mohonan meninggal dunia pada tahun 1940 dan si juru tulis menggantikan kedudukannya. Yosias Lombongadil memegang jabatan Kapten Laut dari tahun 1940 – 1952. Setelah Lombongadil pemerintahan selanjutnya dijalankan oleh Noklas Kamalirang dari tahun 1952 – 1976 dengan juru tulisnya Ursinus Sengkandai.
Setelah mengemban amanat rakyat Bebu selama 24 tahun Noklas Kamalirang wafat dan digantikan oleh Ursinus Sengkandai yang pada masa itu dikenal dengan panggilan Kepala Desa dan dibantu oleh Wakil Kepala Desa yaitu Johanes Pilendatu.
Di tahun 1982 Sengkandai meninggal dunia dan pada upacara pemakaman dihadiri langsung oleh Camat Tamako, yang pada waktu itu menjabat adalah Camat Sahempa. Sahempa secara langsung mengangkat Johanes Pilendatu menjadi Kepala Desa Bebu.
Di tahun 1994 Desa Bebu mengadakan pemilihan kepala desa (pilkades) dan dalam pemilihan tersebut Johanes Pilendatu memenangkan pilkades sehingga kembali memimpin dari tahun 1994 – 2002.
Pada masa tugasnya, yaitu di tahun 1995 Pilendatu mengusulkan agar Desa Bebu dimekarkan menjadi 2 kampung karena mengingat jarak tempuh masyarakat yang mau mengurus administrasi di balai desa, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Desa Bebu melepaskan Lindongan 4 (Makaļekuhe) menjadi sebuah desa yang berdiri sendiri hingga terbentuklah Desa Makaļekuhe.
Pada saat itu jumlah lindongan di Desa Bebu tersisa 3 yaitu Lindongan I seputaran Leo, Lindongan II seputaran Bio dan Lindongan III seputaran Maļa.
Setelah masa jabatan Kepala Desa Johanes Pilendatu berakhir kembali diadakan pemilihan Kepala Desa pada 7 Juni 2002 dan dimenangkan oleh Henok Mangupei. Mangupei menjabat sebagai Kepala Desa Bebu di periode I dari tahun 2002 – 2007. Di tahun 2002 dikeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yaitu desa diubah menjadi kampung. Maka dari 2002 Desa Bebu menjadi Kamping Bebu dan dulunya pemimpin dipanggil dengan Kepala Desa diubah menjadi Kapitalaung.
Henok Mangupei menjadi orang nomor satu di Bebu dari tahun 2002 – 2016. Ada banyak pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat Bebu.
Kemudian pada tanggal 22 Mei 2018 diadakan Pemilihan Kepala Kampung serentak di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan yang terpilih menjadi Kapitalaung Bebu adalah Naftali Hadinaung. Suami tercinta dari Bidan Jein Dajoh ini mendapatkan kepercayaan rakyat untuk memimpin Kampung Bebu periode 2018 – 2024. Dilantik oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Opolao Tali dan perangkat-perangkatnya sedang bekerja membangun Bebu menjadi lebih maju dan dikenal oleh dunia.
Penulis: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here