Misteri Peti Mati di Liang Pua Kampung Lia Induk

0
167
Misteri Peti Mati di Liang Pua Kampung Lia

LIA-SIAU TIMUR || Sitaro mempunyai segudang daya tarik untuk memikat turis. Kabupaten yang berjulukan 47 negeri ini mempunyai tempat-tempat wisata yang patut diacungi jempol. Siau punya gunung yang bernama Karangetang, gunung api yang selalu aktif namun bersahabat dengan masyarakat. Sitaro dan juga punya pantai-pantai yang indah seperti Timbako serta mata air yang bersuhu panas di Kampung Kenari (Kampung Lehi). Dan Sitaro juga mempunyai situs wisata unik lainnya yaitu gua-gua yang berisi peti mati di zaman dahulu atau tulang belulang.

Ada beberapa kampung yang memiliki gua seperti ini. Salah satunya ialah Kampung Lia.
Kampung Jahe (Kampung Lia) merupakan salah satu dari enam belas kampung yang berada dalam wilayah administrasi di Siau Timur. Selain namanya yang unik, kampung ini juga memiliki gua yang unik itu. Gua ini dalam bahasa daerah Sitaro disebut Liang. Gua atau liang ini merupakan tempat penyimpanan peti mati dan jasad oleh masyarakat dizaman dahulu.

Liang ini yang berada di Kampung Lia dinamakan ‘Liang Pua’. Liang Pua adalah sebuah objek wisata yang menguji nyali pengunjung. Karena liang ini terletak di lereng bukit berbatu. Liang Pua berjarak sekitar 300 meter disebelah timur Kampung Lia Induk.

Di Liang Pua ini kita akan melihat peti manusia yang terletak di lereng berbatu. Namun di Liang Pua ini kita hanya dapat menjumpai peti saja karena tulang belulangnya sudah tidak ada lagi. Sayang sekali, situs yang begitu berharga ini sudah tidak lengkap lagi.

Konon katanya yang empunya peti di gua ini adalah orang yang memiliki kesaktian mandraguna dan menjadi pelindung bagi masyarakat yang bermukim di kampung tersebut.

“Liang Pua berarti Liang Opa Pua karena yang dimakamkan di liang merupakan seorang lelaki yang menurut cerita berasal dari Papua yang akrab disapa dengan sebutan Opa Pua. Beliau tinggal di kampung ini dan melindungi masyarakat Kampung Lia dari serangan musuh”, beber Irma R. Kahiking selaku Kapitalau Liang Induk.

Lokasi Liang Pua ini tidak mudah untuk dikunjungi. Medan yang ditempuh sungguh menguji nyali. Selain karena kita mau melihat sebuah peti mati yaitu sebuah benda yang terkadang membuat kita merinding, dikarenakan juga letaknya yang berada dilereng bukit berbatu. Untuk mencapainya pengunjung harus melewati perkebunan pala kemudian dilanjutkan dengan mendaki lereng berbatu yang medannya cukup sulit untuk didaki.

Seorang youtuber asal Siau yang juga warga Kampung Lia pun mengakui hal tersebut.
“Cukup sulit untuk mengunjungi Liang Pua ini selain karena saya memakai sepatu, beberapa hari ini sempat turun hujan hingga mengakibatkan jalan menjadi licin “, kata Unix si youtuber yang juga menjadi teman seperjalanan penulis kala itu.

Keadaan tersebut diakui oleh Kahiking sehingga dirinya akan membangun anak tangga menuju ke objek tersebut.

“akses jalan menuju ke Liang Pua itu sudah kami anggarkan pada tahun ini. Akan dibuat anak tangga menuju ke lokasi sehingga para wisatawan bisa mengunjungi objek tersebut dengan mudah”, katanya.

Liang Pua memiliki luas sekitar dua kali tiga (2×3) meter dan dilindungi oleh sebuah batu besar yang menjorok ke arah Kampung Lia induk yang panjangnya sekitar enam (6) meter. Sedangkan dinding gua ini tingginya mencapai lima (5) meter.

Di dalam gua ini terdapat sebuah peti mati berukuran panjang kira-kira dua (2) meter dan lebar tujuh puluh (70) cm serta memiliki tinggi enam puluh (60) cm. Peti ini terbuat dari satu kayu utuh yang dipahat dan digali bagian dalamnya sehingga tubuh orang yang meninggal bisa diletakan di dalamnya. Penutupnya juga terbuat dari jenis kayu yang sama . Sepertinya peti mati ini dibuat oleh tukang kayu yang memiliki keahlian yang mumpuni.

Hingga saat ini kondisi peti mati ini masih cukup baik, hanya terdapat lubang kecil di sudut peti karena tetesan air hujan yang merembes dari sisi kanan batu pelindung. Peti ini berwarna coklat muda dan diletakkan di atas batu yang disanggah dengan batu berukuran kecil untuk menyeimbangkan posisi peti mati.

Tempat wisata yang sedikit menyeramkan namun sebenarnya mempunyai makna yang dalam bila kita manusia merenungkannya.

Penulis: Demsi Laluas
Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here