Oknum Anggota TNI Diduga Aniaya Pelaku Pemerkosaan Ponakan Hingga Tewas

Penulis: Devi Ulfa Razak

0
227

PANGKALAN BUND|| Terjadi penganiayaan pelaku pemerkosaan hingga meregang nyawa. MA (20) warga Jalan Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat tewas dianiaya anggota TNI berinisial Kopda AE (33). Penyebabnya lantaran keponakan perempuan Kopda AE berinisial JN diduga diperkosa MA (20) beberapa hari lalu.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Sabtu 20 Maret 2021 sekitar pukul 21.00 WIB di Markas Kipan B Yonif Raider 631/Atg Pangkalan Bun. Atas insiden itu, Kopda AE kini diamankan di Makodim Pangkalan Bun untuk diperiksa lebih lanjut. Meski sempat ditangani tim medis di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Minggu, 21 Maret 2021.

Saat dikonfirmasi, Dandim 1014 Pangkalan Bun Letkol Arh Drajad Tri Putro membenarkan adanya tindakan penganiayaan anggotanya hingga menyebabkan korban yang diduga pelaku meninggal dunia.

Drajad Tri Putro menyampaikan latar belakang kejadian tersebut lantaran setelah oknum TNI itu menerima laporan keponakannya diperkosa pelaku. Oknum tersebut ingin mencari keadilan dan mendatangi pelaku di kediamanya.
“Pemukulannya kemarin, Sabtu, 20 Maret 2021. Kemudian tadi pagi dibawa ke rumah sakit, karena mungkin sudah terjadi beberapa kali pemukulan. Saat di rumah sakit, korban meninggal dunia,” jelas Drajad Tri Putro.
Atas kejadian tersebut, saat ini oknum anggota TNI sudah diproses polisi militer (PM) untuk penanganan lebih lanjut.

“Untuk sementara, oknum pelaku pemukulan 1 orang dan sekarang didalami hukumannya. Sesuai perintah dari Danrem 102 Panju Panjung, kalau memang bersalah tidak ada kata lain selain dihukum,” tegasnya.
Sebagai tanggungjawab terhadap korban penganiayaan, mereka memfasilitasi segala kebutuhan korban hingga maksimal. Rencananya korban akan dimakamkan di Lamandau.
“Memang ini kesalahan. Saya sebagai Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun meminta maaf sebesar – besarnya kepada keluarga korban,” ungkapnya.
Sementara itu, kakak kandung dari korban penganiayaan menyampaikan tidak tahu masalah yang berujung penganiayaan terhadap adiknya.

Pada Minggu siang sekira pukul 14.00 WIB, adiknya baru dibawa menuju RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan akhirnya meninggal dunia. “Pokoknya kami meminta agar pelaku ini dihukum, dengan hukuman yang setimpal,” ujarnya.

Advertisement