Opla Biru Mengaku Lalai

0
1548

BIRU-TABTENG|| Terkait isu yang beredar tentang keberadaan kapitalaung kampung Biru, Ikram Makadolang yang mencuat ke publik, termasuk beberapa pekerjaan beliau selaku kapitalaung kampung biru kecamatan tabukan tengah yang terbengkalai.

Masyarakat kampung biru mempertanyakan keberadaan ikram, yang memasuki bulan ke -2 sejak 22 desember 2019 sampai saat ini.

Berbagai sepekulasi pun bermunculan tentang keberadaan beliau, awak media pun dengan cepat mencari informasi melalui sosial media  dan pada tanggal 24 januari sekitar pukul 19:00, melalui sahabat beliau yang juga mantan kapitalaung di kecamatan tabukan utara, akhirnya diperoleh kejelasan.

Saat dihubungi via whatshapp, ikran tidak membantah bahwa dirinya sedang berada di luar daerah karena urusan keluarga. Ikram juga mengakui bahwa ia tidak memberitahukan atau ijin ke sekdes kampung biru,  karena urusan yang mendadak beliau tidak sempat memberikan mandat atau surat tugas kepada sekdes sebagai plh (pelaksana harian) saat dirinya di luar daerah.

Ikram menyampaikan permohonan maafnya kepada aparat kampung dan masyarakat kampung biru secara umum terkait hal tersebut. Ia berjanji dalam waktu dekat (akhir januari) setelah urusannya selesai akan segera kembali ke kampung biru.

Mengenai kegiatan di kampung biru yang belum terlaksana termasuk penyerahan bantuan ke kelompok tukang dan pertanian akan diserahkan setelah ia kembali ke kampung biru, dan akan mengklarifikasi lagi ke masyarakat terkait proyek jamban 29 unit pada 2018 lalu yang dipertanyakan warga.

Menurut beliau semua sudah selesai, bahan material yang dipinjam ke warga pun sudah di ganti, tapi  terjadi miskomunikasi antara warga dan pemerintah sehingga terjadi kesalah pahaman.

“Bahan sudah diantar oleh pihak suplayer di satu tempat di wilayah kampung biru. Jadi warga diminta untuk datang mengambilnya. Tapi rupanya ada yang sudah lebih mengambil makanya yang mengambil material terakhir tidak kebagian” ungkap ikram lewat via wa.

Tentang keberadaannya sekarang yang katanya berada di tambang jayapura, ikram pun membantahnya, sebab menurut keterangannya sekarang ia berada di bitung, dan kalau 2014 yang lalu saya ke kendari itu status saya bukan kepala desa, berbanding terbalik dengan pernyataan sekdes yang mengatakan saat itu beliau adalah pejabat kapitalaung, tukas ikram.

“Saya harap masyarakat Biru dapat memakluminya, saya juga menyampaikan permohonan maaf saya sedang berada di bitung. Saya akan kembali dalam waktu dekat ini untuk melakukan penyerahan bantuan kepada kelompok pertukangan dan tani, serta tugas tugas pokok yg lain sebagai kapitalaung kampung biru..tutupnya.

Reporter: Frieg Dareho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here