Opla Kampung Biru Menghilang

0
3678

BIRU-TABTENG|| Kampung Biru terletak di wilayah pemerintahan kecamatan tabukan tengah dipimpin oleh kapitalaung Ikram Makadolang, kini dikabarkan sedang berada dalam situasi yang kurang baik dalam hal pelayanan publik. Hal tersebut dikarenakan kapitalaung tidak berada di tempat sudah memasuki bulan ke -2.

Berbagai spekulasi mulai tersebar di kalangan masyarakat. Ada yang mengatakan bahwa kapitalaung berada di Tambang Jayapura, dan ada juga yang mengatakan bahwa beliau berada di bitung.

Saat disambangi di kantor desa kampung biru yang berada saat itu adalah Sekdes kampung biru, Masri Mangempaus.

Menurut keterangan sekdes, iya juga tidak mengetahui dimana keberadaan kapitalaung saat ini. Menurut informasi yang ia dapati,  beliau tidak berada di kampung sejak tanggal 22 Desember 2019. Sebab kapitalaung tidak ijin atau memberikan surat penugasan kepada sekdes untuk menjadi pejabat sementara saat kapitalaung tidak berada di tempat.

Beliau juga nanti berkoordinasi lewat hand phone pada 25 desember 2019. Katanya beliau di bitung sedang ada urusan keluarga. Sejak saat itu sampai sekarang tidak ada kontak dari kapitalaung.

Begitu juga keterangan Kasie keuangan Wahidin Salawati saat dikonfirmasi pada tanggal 22 januari 2020 sekitar pukul 11:00 di kediamannya.

Terkait masalah menghilangnya kapitalaung, wahidin juga mengaku tidak tau keberadaannya sekarang.

Mengenai isu yang beredar bahwa kapitalaung berada di jayapura lokasi tambang. Wahidin mengatakan juga tidak tahu.

Saat ini berbagai kegiatan seperti pemberdayaan sektor pertanian dan pertukangan yang pelaksanaannya terhenti dan menunggu kapitalaung datang.

Dari informasi yang didapat kejadian ini juga pernah terjadi saat tahun 2014. Kapitalaung juga pernah ke tambang kendari.

Jelas  hal ini sangat merugikan masyarakat dalam hal pelayanan publik ke masyarakat, sebab ada anggaran tahap 3 tahun 2019 yang belum terlaksana sepenuhnya sampai saat ini, termasuk penyerahan bantuan pemberdayaan kepada kelompok pertukangan dan pertanian yang belum terealisasi. Walau sebagian sudah di belanjakan, tapi tetap menunggu kapitalaung, ungkap wahidin salawati.

Informasi yang didapat dari masyarakat setempat, tahun 2019 ada proyek dana desa yaitu pembangunan 29 unit jamban. Pembangunannya juga termasuk tidak terlaksana secara baik dikarenakan ada 2 jamban yang pembangunannya memakai bahan material milik masyarakat dengan status pinjam dan katanya akan di ganti.

Menurut kasie keuangan, saat dikonfirmasi masalah proyek jamban warga. Wahidin hanya mengatakan ia tidak tahu. Laporan yang masuk ke kasie keuangan sudah selesai. Dan jika ada urusan pinjam material bangunan itu pembicaraan dengan kapitalaung, ungkap wahidin.

Saat ini masyarakat menunggu kehadiran sang kapitalaung untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di kampung.

Sampai berita ini diturunkan kapitalaung belum berada di kampung biru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here