Paman yang hamili ponakannya menyerahkan diri ke Polsek Tabukan Tengah Sangihe

2
4490

KUMA||Kasus asusila anak dibawah umur di wilayah Tabukan Tengah Kampung Tariang Baru kini memasuki proses penyidikan. Patut diapresiasi kerja keras Kepolisian Sektor Tabukan Tengah dibawah Komando Kaposek Tabukan Tengah Iptu Jopy Hehakaya, SE. Pasalnya pada Selasa, 14/1/2020, berhasil mendatangkan diduga tersangka pelaku asusila terhadap anak dibawah umur.

Sekira pada pukul 09:00 wita diduga pelaku datang menyerahkan diri setelah beberapa bulan berada di Kota Bitung. Kapolsek langsung melakukan penahanan kepada diduga tersangka tersebut untuk melakukan proses pemeriksaan.

Pemeriksaan itu pun dilaksanakan pada Rabu 15/1/2020. Dimulai pukul 10.00 wita sampai dengan selesai, dengan menghadirkan keluarga korban yaitu ayah kandung korban.

Sementra korban sendiri sedang berada di rumah sakit umum Liunkendage Tahuna untuk menjalani proses operasi persalinan.

Saat disambangi Kompaq di kantor Polsek Kuma memang sedang berlangsung pemeriksaan kepada saksi-saksi yang tidak lain adalah orang tua korban.

Oleh Kanit Reskrim Polsek Kuma, Bripka Felix Rompas, SE, korban yang baru berusia 14 tahun adalah salah satu siswi SMP di Kecamatan Tabukan tengah.

Menurut keterangan Kapolsek melalui Kasie Humas Bripka Hanny Ense, pelaku PG (45) yang adalah paman korban sendiri.

Kejadian asusila yang berujung pada hamilnya korban JP (14) itu, terjadi pada bulan April 2019.

Menurut pengakuan para saksi korban yang tidak lain adalah pamannya itu, datang pada bulan April hendak menggunakan hak pilihnya di pemilihan Persiden dan Legislatif. Saat itu diduga pelaku berada di kampung Tariang Baru kurang lebih selama satu minggu dan tinggal serumah bersama keluarga korban.

Diduga pelaku PG melakukan tindak asusila tersebut karena dalam kondisi dipengaruhi minuman keras (alkohol) dan dia sangat menyesal telah melakukan tindakan tersebut kepada ponakannya sendiri.

Kasus ini mendapat perhatian khusus publik Sangihe karena pelecehan anak di bawah umur yang berujung pada hamilnya korban. Apalagi hubungan pelaku PP (45) dan korban JP (14) adalah paman dan ponakan.

Kaposek Kuma Iptu Jopy Hehakaya, SE mengatakan bahwa pihaknya tetap akan memproses lanjut kasus ini.. Ka SPKT 3 Brika S. Katoronang yang saat itu piket membenarkan bahwa sedang berlangsung pemeriksaan saksi-saksi di polsek Tabukan Tengah.

Reporter: Frieg Dareho

2 KOMENTAR

    • sudah dijelaskan kedatangannya, niatnya dan perbuatannya yg dipengaruhi alkohol. memang kami tidak menjelaskan bagaimana ia merayu sampai memperkosa korban. karena pertimbangan kami hal itu tidak etis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here