Parade Bela Tauhid Kota Bitung Berjalan Lancar

0
236

KOMPAQ.ID. BITUNG. Aksi Parade Bela Tauhid yang diikuti oleh berbagai Ormas Islam dan masyarakat Kota Bitung, Jumat (02/11/2018) berjalan dengan lancar dan kondusif, aksi yang turut pula dihadiri oleh beberapa tokoh agama islam tersebut diawali dengan pelaksanaan sholat jumat berjamaah di Masjid Agung Nurul Huda.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ormas Barisan Solidaritas Muslim (BSM) Kota Bitung tersebut mengusung tema “Dalam rangka menyongsong  kebangkitan islam serta menjunjung tinggi kalimat tauhid yang dirangkaikan dengan menyambut hari pahlawan 10 November”.

Koordinator lapangan Rio Turipno dalam orasinya menyatakan bahwa kegiatan ini murni tanpa ada muatan politisnya.

“parade hari ini tidak memiliki nilai politik praktis, kita hanya ingin membela keyakinan kita bahwa panji Rasulullah adalah panji keagamaan kita dan bukan milik dari salah satu ormas saja serta tidak terkait dengan ormas radikal lainnya” demikian ucap Rio.

Setelah selesai melaksanakan sholat jumat berjamaah, peserta aksi selanjutnya melakukan long mars menuju masjid Ribathul Qulub sambil mengibarkan panji dan membentangkan bendera bertuliskan kalimat tauhid disepanjang perjalanan.

Selanjutnya pula Rio Turipno juga mengajak dalam parade ini untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa jangan sampai masyarakat Bitung terpecah belah.

“melalui parade ini mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan bangsa jangan sampai kita dicerai beraikan oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab” ujar Rio dalam orasinya.

Dalam aksi ini peserta menyampaikan 8 butir petisi yang intinya mengajak umat islam yang ada di tanah Toar Lumimuut untuk menjunjung tinggi kalimat tauhid serta tidak mudah terpancing dan selalu menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

Penyampaian petisi oleh seluruh peserta aksi ini menjadi momentum yang dinamai dengan peristiwa 211 oleh umat islam Sulawesi Utara.

“petisi ini dibuat hari ini jumat tanggal 2 November 2018 yang dikenal sebagai peristiwa 211 oleh umat islam yang ada di Sulawesi Utara” tutup Rio dalam orasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here