Politeknik Negeri Manado diterpa Badai Korupsi

0
336

MANADO || Korupsi merupakan perbuatan pidana yang kejam dan berimplikasi merugikan banyak pihak maka untuk mencegah dan membasmi butuh peran serta masyarakat di dalamnya. LSM Forum Perjuangan Rakyat Indonesia (FPRI) mencium adanya aroma busuk skandal korupsi secara berjemaah di Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Manado.

Yohanis Ir. Missah selaku Koordinator Umum DPP LSM Forum Perjuangan Rakyat Indonesia saat di temui awak media Kompaq.id kemarin di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara membenarkan adanya laporan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berjemaah oleh pejabat/petinggi Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Manado.

Salah satu poin yang berindikasi adanya penyalahgunaan keuangan negara ialah Penunjukkan Langsung (PL) dari Direktur Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Manado dengan melibatkan salah satu petinggi yang berinisial SL. SL merupakan pengatur proyek di Politeknik Negeri Manado dengan CV. Jere, CV. Berkat Asloma dan CV. Bersinar sebagai pihak yang dipercayakan dalam pengadaan dan penggandaan bahan praktek semester ganjil dan genap Jurusan Akuntansi pada TA 2018.

Dengan tegas Missah mengatakan kepada kru kompaq.id bahwa ini sudah kelewatan. “Ini benar-benar keterlaluan karena mereka sudah bersekongkol untuk merampok uang negara”.

Missah juga mengatakan bahwa masih ada tindakan tidak wajar yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat ini, yang merugikan para mahasiswa yakni memungut biaya sebesar Rp 500.000,- sampai Rp 750.000,-/orang. Sementara dalam perhitungannya sudah ada pembiayaan/anggaran sebesar Rp 1.000.000,- kepada setiap mahasiswa dalam menunjang pelaksanaan Program Pendidikan.

“Tak hanya itu saja yang terjadi di perguruan tinggi ternama di Sulawesi Utara ini. Ada juga praktek-praktek yang sangat memalukan dan mencoreng nama baik dunia pendidikan dan civitas akademika kebanggaan warga Sulut ini diantaranya mengenai akreditasi 4 prodi yang seharusnya masa berlaku sudah habis (kedaluwarsa) namun masih melaksanakan penerimaan mahasiawa baru bahkan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk diwisuda dan menyandang gelar sarjana” beber Missah.

Adapula kebijakan lain yang sudah melanggar ketentuan yang melibatkan oknum petinggi kampus hijau yang berinisial SW sebagai panitia senat akademik. SW masih melakukan penyusunan dana anggaran dua Prodi (Program Pendidikan) yaitu Bidang Studi Teknik Computer dan Informatika yang kuat diduga adalah fiksi.

Dengan mengacu pada laporan dugaan penyelewengan tersebut, Koordinataor Umum DPP LSM Forum Perjuangan Rakyat Indonesia, Yohanis Ir. Missah dengan keras mendesak Kejati Sulut untuk menyita ijazah mahasiswa tahun 2018 yang terindikasi cacat hukum.
“Dengan menindak lanjuti kasus-kasus tersebut kami telah mempelajari dan melakukan langkah tindak lanjut dengan membuat laporan kepada pihak yang berwajib dalam hal ini kejati Sulut untuk di proses secara hukum”ujar koordinator umum LSM FPRI Yohanis Missah dalam penutup wawancaranya dengan Kompaq.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here